Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2008

Wajah Timur Tengah di Indonesia

Judul Buku : Jejak Kafilah: Pengaruh Radikalisme Timur Tengah di Indonesia
Penulis : Greg Fealy dan Anthony Bubalo
Penerbit : Mizan
Cetakan : I, Desember 2007
Tebal : 202 hal
Peresensi : A Qorib Hidayatullah

Islam yang sejatinya berwajah lembut serta penuh sentuhan kasih sayang berubah garang kerap menampilkan kekerasan. Islam kini ditengarai pelepas pelatuk terorisme. Beragam kampanye menyeru perlunya curiga pada aktivisme muslim. Benarkah Islam demikian?

Islam adalah agama berisalahkan perdamaian serta cinta kasih. Pun Islam —juga agama lainnya—, terlahir sebagai agama rahmat bagi semua telah teruji kesahihannya. Hanya keterlibatan faktor lain yang begitu kompleks menjadi penentu terjadinya itu semua. Di Indonesia misalnya, di mana segala biang radikalisasi tertuju pada Islam patut diklarifikasi secepat mungkin.

Buku ini, Jejak Kafilah: Pengaruh Radikalisme Timur Tengah di Indonesia, memberi kesaksian lewat argumentasi kuat atas tindak kekerasan yang belatar belakang aktivis muslim Indonesi…

Belajar Sejarah dari Timbunan Cerita

Judul Buku : Rahasia Meede (Misteri Harta Karun VOC)
Penulis : E. S. Ito
Penerbit : Hikmah
Cetakan : I, Oktober 2007
Tebal : 675 Hal
Peresensi : A. Qorib Hidayatullah*

Dalam jagad fiksi belakangan ini -baik itu novel, cerpen, maupun puisi-, tak sedikit pengarang memanjakan imanijasi untuk selalu bertanya. Misalnya, Dan Brown yang piawai mengkait-kelindankan konstruksi ceritanya dengan alur hidup seniman besar, Leonardo Da Vinci, hingga novelis itu berhasil melahirkan karya adiluhung The Da Vinci Code yang menggemparkan itu. Begitu juga dengan Matthew Pearl yang membingkai kisahnya dengan kepeloporan penyair, Dante Alighieri (1265-1321), hingga sukses menggubah The Dante Club, novel yang telah melambungkan namanya dalam kancah sastra dunia.

Novel karya Es ito ini, Rahasia Meede (Misteri Harta Karun VOC), juga tidak bertolak dari semangat membingkai kisah dengan gagasan besar sebagaimana dilakukan Dan Brown dan Matthew Pearl. Pengarang muda ini, mengemas rapi kisahnya lewat sejarah kartel daga…

RAS PEMBERONTAK

Persembahan buat almarhum Zainal Arifin Thoha, Suryanto Sastroatmodjo, serta kawan-kawanku semuanya.
Nurel Javissyarqi*
http://pustakapujangga.com/?p=68

Pembuka
Ini luapan kesemangatan luar biasa tentang hidup. Buah berkah yang harus disyukuri, dijalankan sebagai kerja kudu cepat melaju, keras lagi tangguh dalam pertahanan. Saya sebut ras pemberontak itu, tandingan dari sifat kelembekan yang selalu menjegal langkah-langkah lincah kita saat berlari.

Ialah gairah besar harus diledakkan kecuali ingin datangnya bisul lebih parah lagi. Bisul itu pemberhentian tidak nyaman juga sangat menyakitkan. Maka songsonglah sebelum datangnya sakit menyerang. Kita diadakan sebagaimana ada, dan terus hadir di segala jaman dan sejarah kemanusiaan. Tanpa kita dunia bengong, pikun, melempem, lumpuh, apalagi ditambah laguan melemahkan jiwa, atas dasar nilai-nilai mandul.

Marilah melancarkan jawab, sebab hanya kita yang bisa menjawab persolaan yang menghadang, oleh telah diberi limpahan kemampuan lebih di atas m…

Puisi-Puisi Javed Paul Syatha

Naga Harihariku
: apologi untuk namaku

bila api adalah naga
aku naga bagi hariharimu
jadi bumi jadi angin
menggulung segala arah
sepanjang gerak lautan gugus bintang

sebuah utusan dan pesan
harus berakhir di awang
uwung tak berujung jejak
adalah darah yang menghentak
dalam bayang aksara yang redam

akulah nyala darah
menancapkan akar tubuh
menjadi naga dalam hitungan
gemetar daundaun dalam debar cahaya

kutoreh sebersit namaku pada tanah
jawa yang kini hilang gerak
kedalam rahim yang kosong.

o, aku merayapi jemari waktu
yang terhempas dari diriku
pada akar lautan
daratan
matahari
yang tertidur tanpa nama.

Lamongan, 2005



Kali Lamong

ini sungai mengalir membilas tepian sejarah
meraba celah bebatuan yang dahaga.
dari mana sungai mengalir
dan akan mengalir?
selain bermuara keheningan.

“mari bersemadi seperti matahari,
disini gairah segerah dipadamkan”

ketika air
ketika palung sungai yang hampa
memanggil semburat wajahmu.

duh, seruas wajah menggeliat
terpilin pusara waktu
membawanya tengadah ke wajah langit,
dan di sebrang sungai …

Mengenang Soeharto dalam Cerpen Indonesia

A. Qorib Hidayatullah

Haji Muhammad Soeharto telah berpulang selamanya, menghadap keharibaan Tuhan Yang Mana Esa. Minggu, 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB adalah hembusan nafas terakhir mantan Presiden kedua RI itu meninggalkan seluruh rakyat bumiputra. Kala resonansi medis berhenti, tak bergetar lagi, pertanda nyawa hengkang dari jasad manusia. Tak satupun relikui kehidupan dibawanya menuju liang lahat, tempat persemayaman terakhir.

Ada silogisme (hukum penalaran) yang meniscayakan kematian: “Semua manusia mati. Socrates manusia, Socrates mati.” Kematian! Siapakah yang mampu menampiknya? Tak seorangpun –-juga sang patriarkh yang dielu-elukan oleh begitu banyak manusia itu. Hanya derap serempak ungkap ratap: “Selamat jalan Pak Harto.” Rest in peace…

Pak Harto saking lamanya memimpin bangsa ini, 32 tahun, memagnet pesastra mendedah ihwal “kekuasaannya” dalam cerita pendek. Antologi cerpen yang berjudul “Soeharto dalam Cerpen Indonesia” yang diterbitkan Bentang, 2001, dengan penyunting naskah…

Menemukan Rumi Lewat Matsnawi

Liza Wahyuninto*)

Sosok Maulana Jalaluddin Rumi kini mulai sering dibahas di seluruh penjuru dunia. Ketokohannya dalam bidang sufi dan sastra mulai menjadi perbincangan yang seolah tiada mengenal kata “lawas”. Tidak salah jika pada pertemuan pertama Fariduddin al-Attar dengan Rumi, dengan optimis ia meramalkan: "hari akan datang, dimana anak ini akan menyalakan api antusiasme ketuhanan ke seluruh dunia". Dan hari yang diramalkan oleh sang penulis karya agung “Musyawarah Burung” tersebut telah lama datang dan hingga kini masih dinikmati oleh kalangan pengkaji Rumi dan karya-karyanya.

Kemunculan kembali nama Rumi setelah lama terpendam sebenarnya meliputi banyak faktor. Rumi dikenal tidak hanya lewat aliran tasawuf yang didirikannya (baca : Maulawiyah), kebesaran namanya dalam bidang sastra telah mendunia. Atas karya-karyanya, banyak tokoh sastra dunia “mengangkat topi” karena kedalaman akan makna dan diksi yang sulit ditandingi. Di samping itu, faktor kekaguman akan karakterist…

Menampik Rasa Jengah Terhadap Bangsa

Judul Buku : Kagum Pada Orang Indonesia
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Penerbit : Progress– Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Januari 2008
Tebal : 56 Halaman
Peresensi : Liza Wahyuninto*

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak/Hukum tak tegak, doyong berderak-derak/Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak/Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza/Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia/Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata/Dan kubenamkan topi baret di kepala/Malu aku jadi orang Indonesia.

Potongan puisi “Malu (Aku) jadi orang Indonesia” yang ditulis oleh Taufiq Ismail pada tahun 1998 di atas menunjukkan betapa kekaguman terhadap bangsa ini telah lama pudar bahkan perlahan sirna. Ada rasa malu mengakui bahwa bangsa Indonesia sebenarnya pun patut untuk dikagumi. Bahwa di balik kebobrokan yang ditampilkan oleh Taufiq Ismail dalam puisinya tersebut, masih ada ruang untuk memberikan pujian kepada Indonesia sebagai bangsa bes…

DI UJUNG WAKTU

Mala M.S

“Anggi jangan lupa obatnya diminum” Itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Mama selama dua bulan terakhir ini, setiap aku bertanya kenapa kau harus minum obat; Mama selalu menjawab “Kamu kan sering pusing makanya mama nyuruh kamu minum obat itu biar kamu nggak pusing.” Jawaban yang sama sekali tidak membuatku puas. Dan tiap kali aku bertanya ke Papa; Papa hanya diam seribu bahasa, tapi seketika rasa penasaranku terhadap obat-obat itu hilang dikala aku bersama Rendy. Bila berada di dekatnya aku merasa tenang. Rendy adalah cowokku.

Aku sudah menjalin hubungan dengan Rendy selama tujuh bulan. Kami saling terbuka. Tak ada satupun masalah yang aku sembunyikan pada Rendy termasuk soal obat itu. Sebaliknya, Rendy juga demikian. Rendy sangat khawatir dengan keadaanku. Dia menyarankanku pergi ke Dokter Iwan. Dokter Iwan adalah dokter yang memberikan resep obat yang aku minum selama dua bulan terakhir ini. Pernah sekali aku bermaksud menanyakan penyakitku. Tapi dr. Iwan selalu menja…

UTLAH

Ahsanu Nadia

Liburan tahun lalu, Rahmadina ikut ayahnya pergi ke bank. Di sana Rahmadina melihat banyak orang. Ayahnya berada di barisan loket tabungan. Di barisan loket tabungan ada yang mengambil uang ada pula yang menyimpan uang. Di loket yang lain, orang-orang juga sedang antre menunggu giliran.

Ada juga beberapa petugas bank yang duduk di luar barisan, mereka melayani orang-orang yang bertanya mengenai cara-cara menabung atau hal-hal lain. Rahmadina juga bertanya kepada petugas bank tentang cara-cara transaksi yang lain di bank. Diusianya yang masih belia Dina memang menjelma sebagai anak yang cerdas.

Rahmadina mununggu ayahnya dengan hati yang sabar di ruang tunggu, ruang yang memang sengaja disiapkan oleh pengelolah bank untuk para nasabah. Sambil menunggu ayahnya, Rahmadina mengamati setiap orang yang masuk silih berganti. Rahmadina melihat beberapa orang yang masuk ke bank melewati pintu masuk, dan segera menuju ke loket yang dituju. Adapula yang masih menunggu giliran sambil me…

KEJUTAN BUAT MAMA

Aini Aviena Violeta

Foto hitam putih itu aku temukan ketika sedang asyik membersihkan kamar Mama. Gambarnya masih lumayan jelas. Di foto itu kulihat Mama sedang menggendongku ketika aku masih bayi dengan penuh kasih sayang. Tak terasa air mataku meleleh di pipi. Aku rindu kasih sayang itu.

“Tok… tok… tok…” Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Aku pun langsung menuju pintu depan rumahku. Ku buka pintu perlahan. Ternyata Mama berdiri bersama adik. Mereka baru datang dari rumah nenek.

“Risty, kamu tadi kemana aja? Dari tadi Mama nunggu di sini, kamu belum nongol-nongol. Kan kasihan adik kepanasan” Mama mulai ngomel-ngomel.

“Uuuh… Kenapa sih adik terus yang dipikirin? Mama ga’ tahu apa, aku ini capek. Aku kan baru selesai bersih-bersih rumah. Aku kira Mama akan senang ngeliat aku mau bersih-bersih. Tapi ternyata itu jauh di luar dugaanku” Aku segera berlari menju kamar dan menutup pintu dengan sekeras mungkin. Aku memandangi foto Mama yang terpampang di sudut kamarku,M ama terlihat sepert…

USTADZ HAKIM

Mala M.S

Arif cowok tampan dan kaya. Namun sayang, di pesantren dia dan teman temannya (atau biasa disebut gank) terkenal nakal. Itu yang menyebabkan banyak Ustadz yang nggak terlalu suka pada Arif. Tapi tidak dengan Ustadz Hakim, beliau amat perhatian dengan Arif. Dibandingkan dengan Ustadz-Ustadz lainnya. Ustadz Hakim termasuk Ustadz yang paling muda dan dekat dengan para Santri.

Ustadz Hakim ingin sekali bisa merubah sifat Arif. Berbagai cara dia lakukan agar bisa dekat dengan Arif namun semuanya sia-sia. Hati Arif terlalu keras untuk ditaklukkan. Di sisi lain, banyak Santri yang iri karena Ustadz Hakim sangat perhatian pada Arif.

“Maaf Tadz, apa saya boleh bertanya sesuatu pada Ustadz?”
“Tentu saja boleh.” Jawab Ustadz Hakim lembut
“Em…kalau boleh saya tahu, kenapa Ustadz begitu perhatian pada Arif? Padahal, Arif kan anaknya…” Karena takut menyakiti hati Ustadz Hakim, Santri itu tidak meneruskan ucapannya

Ustadz hakim terdiam sejenak, lalu berkata, “Pada suatu saat nanti, kalian akan ta…

PENGORBANAN CINTA

Zahrotun Nafila

Suasana kampus sangat ramai, karena besok hari Minggu. Sekampus akan mengadakan liburan ke Malang. Hati Mawar saat itu sangat senang karena dia ingin menyegarkan pikirannya dengan berlibur. Sepulangnya dari kampus, Mawar menceritakan kepada orang tuanya, kalau dia ingin mengikuti liburan ke Malang. Orang tuanya mengizinkan kalau sahabatnya Elis juga ikut.

Pagi itu Mawar dan Elis bersiap-siap untuk berpamitan kepada orang tuanya masing-masing. Mereka berdua berangkat bersama untuk pergi ke kampus. Setibanya di kampus, semua anak-anak sudah masuk ke dalam bus hanya tinggal menunggu Mawar dan Elis. Saat Mawar dan Elis masuk ke dalam bus. Mereka sudah tak dapat tempat duduk. Untung ada cowok yang udah nyiapin tempat duduk untuk mereka. Elis duduk di belakang Mawar. Sedangkan Mawar duduk di samping cowok itu. Saat Mawar duduk di samping dia, hati Mawar merasa deg-degan.

“Hai nama kamu siapa? Kenalan dong!” ujar Terry dengan mengulurkan tangannya.
“Namaku Mawar. Kalau di belakan…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com