Jumat, 08 Agustus 2008

Dunia Buku di Balik Makam

Fahrudin Nasrulloh

Setiap buku memiliki nasib dan kisah masing-masing. Sebuah buku tidak hanya kita dapati di toko buku atau perpustakaan atau pameran buku. Tapi juga terdapat di makam-makam wali yang diyakini pengaruhnya oleh masyarakat sekitarnya. Ini terbukti ketika saya mengikuti rombongan ziarah ke daerah Ungaran dan Muntilan, Jawa Tengah. Di Ungaran, tepatnya di desa Nyatnyono, saya mendapati sebuah buku riwayat berjuluk Sejarah Waliyulloh Hasan Munadi dan Hasan Dipura serta Sejarah Air Keramat yang disusun oleh trah keluarga besar Nyatnyono. Sedangkan yang di Muntilan, di kampung Gunungpring, saya memperoleh buku berjudul Sekilas Kisah Simbah Kyai Raden Santri dan Tata Cara Ziarah Kubur karya Ahmad Murtadlo Hasabu. Secara keseluruhan, dua buku tersebut berisi tentang asal-usul mereka sebagai waliyulloh, juga petilasan, hikmah cerita, ihwal makam, ritual keagamaan, tata-cara ziarah kubur, dan silsilah. Jika Jawa adalah sebentang persoalan, seperti ungkapan Goenawan Mohamad, maka fenomena makam dan ziarah kubur, merupakan salah satu pernik dari persoalan tersebut.

Di lain waktu, muncul kenyataan lain yang sangat menggegerkan saya ketika seorang kawan (kuliah di UIN Yogyakarta) sedang melakukan penelitian skripsi tentang mitos tradisi ziarah kubur di makam Pangeran Samudro di gunung Kemukus, Sragen. Serampung berbincang sana-sini, saya disodori sebuah buku panduan ihwal makam dan ziarah berumbul, Objek Wisata Ziarah, Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang diterbitkan oleh Sragen Tourism Information Center (STIC).

Kawan saya itu berkisah, setelah sekian bulan meneliti di sana bahwa, Pangeran Samudro, konon, merupakan keturunan Brawijaya V dari istri selir bernama Nyai Kintir atau Nyai Ontrowulan. Sementara menurut versi para peziarah, ia merupakan putra Raden Fatah Demak dari istri selir juga, namun tak diketahui namanya. Lacurnya, di makam ini, pada setiap Jumat Pon dan Jumat Kliwon, ribuan peziarah sehabis berziarah; melakukan ritual gaib dengan cara bersetubuh dengan pelacur (yang telah tersedia di sana), atau dengan sesama peziarah lain (dengan kesepakatan masing-masing) guna menyempurnakan agar segala tujuan duniawi mereka terkabulkan. Saya tidak tahu, apakah di makam wali yang lain, fenomena penistaan ini juga ada? Dalam hati, saya pun berharap, ada kebijakan tertentu dari pemerintah, atau para ulama dengan fatwa mujarabnya, untuk merespon realitas yang memprihatinkan ini.

Lepas dari kenyataan terakhir itu, buku-buku ihwal para penyebar agama Islam telah sejak dulu beredar semisal Sekitar Walisanga (Menara, 1960, Kudus) karya Solichin Salam, Kisah Wali Songo: Penyebar Agama Islam di Pulau Jawa (Karya Gemilang Utama, 1995, Surabaya) karangan M.B. Rahimsyah, Babad Tanah Sunda Babad Cirebon (Cirebon, 1984) karya P.S. Sulendraningrat, dan lain-lain. Sementara buku-buku yang berkaitan dengan riwayat kiai-kiai sepuh dan legendaris telah banyak diterbitkan oleh sejumlah pesantren yang concern untuk menapak-tilasi sejarah perjuangan kiai mereka semasa mendirikan pesantren di samping sepak terjang mereka dalam berdakwah dan perjuangan mereka di masa kolonial. Misalnya Tiga Tokoh Lirboyo: K.H. Abdul Karim, K.H. Marzuki Dahlan, K.H. Mahrus Ali yang disusun oleh tim Badan Pembina Kesejahteraan Pondok Pesantren Lirboyo (Kediri, 1991), Kyai Haji Abdul Wahab Khasbullah: Bapak dan Pendiri NU (Pengembangan Jam’iyyah NU, 1983, Jakarta) karya Saifuddin Zuhri, Setetes Embun Penyejuk Hati: Biografi K.H. M. Mubassyir Mundzir (Bandar Kidul Kediri, 2002) karya H. Arif Hakim dkk. Pun karya M. Yusron Asrofie K.H. Ahmad Dahlan Pemikiran dan Perjuangannya (Offset, 1983, Yogyakarta).

Kendati penerbitan buku serupa itu jarang digarap oleh sejumlah penerbit, namun ada salah satu penerbit di Yogyakarta; LKiS, mulai menggarap tokoh-tokoh pendiri dan yang berpengaruh di dunia pesantren. Di wilayah yang sama, penerbit Kutub juga menerbitkan buku berjudul 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara: Riwayat, Perjuangan dan Doa (Kutub, 2006, Yogyakarta) karya K.H. Aziz Masyhuri, pengasuh pesantren Aziziyah Denanyar, Jombang. Buku ini, meski masih 2 jilid, telah menghimpun 26 tokoh kiai pendiri pesantren yang paling monumental dalam lanskap intelektualisme, khususnya di bidang pendidikan Islam, di Nusantara. Tentu, dari sederet tokoh yang tertoreh dalam buku tersebut, tersimpan kemuliaan dan keteladanan yang patut direnungkan di mana kerap (bahkan menjadi sunnah muakkadah) makam-makam ulama tersebut diziarahi, terutama pada acara khaul, oleh ribuan santri dari seantero penjuru Indonesia.

Tidaklah gampang menyikapi fenomena ziarah kubur yang nyleneh, seperti kasus di makam Pangeran Samudro di atas. Namun K.H. Mustofa Bisri, dalam sebuah epilognya pada buku Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual (Penerbit Buku Kompas, 2006, Jakarta) yang disusun oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Central Riset dan Manajemen Informasi Kudus, berpandangan bahwa ziarah kubur yang sesungguhnya tidaklah sama dengan nyekar yang menjadi tradisi orang Jawa di makam-makam leluhur. Apalagi bila ziarah itu disandingkan dengan kata wali, maka pastilah menyandang muatan lain. Bagi orang awam, muatan lain itu mungkin “hanya” sekadar ngalap berkah, menadah barakah dari wali yang diziarahi. Karenanya, ziarah ke makam-makam para wali diharapkan dapat menghadirkan cahaya spiritualitas kita untuk menyerap dakwah sekaligus cara dakwah mereka. Kesalehan yang paripurna dan kearifan dakwah yang benar-benar mengajak, sehingga ziarah tidak semata wisata atau plesiran atau minta berkah dalam pengertian klenik.

Bagi H.M. Amin Abdullah, dalam kata pengantar buku tersebut, ia berpandangan bahwa yang terpenting bukanlah bagaimana menyikapi sepak terjang Wali Sanga, tapi bagaimana sejarah Wali Sanga digunakan oleh komunitas sesudahnya untuk membangkitkan diri dari kesadaran palsu menuju kesadaran beragama yang utuh. Usaha ini diharapkan mampu menghadirkan makna beragama yang sebelumnya mulai terlupakan dan terkoyak oleh hiruk-pikuk kehidupan.

Jika sebuah buku, pada wujud tertentu, menyimpan tilas kenangan dari riwayat para wali, tentunya ada sebetik hikmah yang patut kita pungut di makam mereka: zikrul maut. Sebagaimana yang pernah dipesankan Nabi Muhammad SAW. Lalu bagaimana dengan mereka yang melakukan rekreasi duniawi yang bersembunyi di balik topeng wisata religius?

Suara Merdeka, 20 Mei 2007.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Hana N.S A. Kohar Ibrahim A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi A.S. Laksana Aa Aonillah Aan Frimadona Roza Aba Mardjani Abd Rahman Mawazi Abd. Rahman Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wahab Abdullah Alawi Abonk El ka’bah Abu Amar Fauzi Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adhimas Prasetyo Adi Marsiela Adi Prasetyo Aditya Ardi N Ady Amar Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R Sarjono Agus R. Subagyo Agus S. Riyanto Agus Sri Danardana Agus Sulton Ahda Imran Ahlul Hukmi Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad S Rumi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhudiat Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alfian Zainal Ali Audah Ali Syamsudin Arsi Alunk Estohank Alwi Shahab Ami Herman Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Machmud NS Anam Rahus Anang Zakaria Anett Tapai Anindita S Thayf Anis Ceha Anita Dhewy Anjrah Lelono Broto Anton Kurniawan Anwar Noeris Anwar Siswadi Aprinus Salam Ardus M Sawega Arida Fadrus Arie MP Tamba Aries Kurniawan Arif Firmansyah Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Aris Kurniawan Arman AZ Arther Panther Olii Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha Arya Winanda Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Asrul Sani (1927-2004) Awalludin GD Mualif Ayi Jufridar Ayu Purwaningsih Azalleaislin Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bagus Fallensky Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni Setia Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brillianto Brunel University London BS Mardiatmadja Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerpen Chamim Kohari Chrisna Chanis Cara Cover Buku Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dad Murniah Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Dana Gioia Danang Harry Wibowo Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hardiana Dian Hartati Diani Savitri Yahyono Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Djasepudin Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi AH Iyubenu Edi Sarjani Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eduardus Karel Dewanto Edy A Effendi Efri Ritonga Efri Yoni Baikoen Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Endarmoko Eko Hendri Saiful Eko Triono Eko Tunas El Sahra Mahendra Elly Trisnawati Elnisya Mahendra Elzam Emha Ainun Nadjib Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Etik Widya Evan Ys Evi Idawati Fadmin Prihatin Malau Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faiz Manshur Faradina Izdhihary Faruk H.T. Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fauzi Absal Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fitri Yani Frans Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Gde Agung Lontar Gerson Poyk Gilang A Aziz Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gus TF Sakai H Witdarmono Haderi Idmukha Hadi Napster Hamdy Salad Hamid Jabbar Hardjono WS Hari B Kori’un Haris del Hakim Haris Firdaus Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hazwan Iskandar Jaya Hendra Makmur Hendri Nova Hendri R.H Hendriyo Widi Heri Latief Heri Maja Kelana Herman RN Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Firyansyah Herry Lamongan Hudan Hidayat Hudan Nur Husen Arifin I Nyoman Suaka I Wayan Artika IBM Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Q. Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indiar Manggara Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahjadi Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irwan J Kurniawan Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Norman Iskandar Saputra Ismatillah A. Nu’ad Ismi Wahid Iswadi Pratama Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.J. Ras J.S. Badudu Jafar Fakhrurozi Jamal D. Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jemie Simatupang JILFest 2008 JJ Rizal Joanito De Saojoao Joko Pinurbo Jual Buku Paket Hemat Jumari HS Junaedi Juniarso Ridwan Jusuf AN Kafiyatun Hasya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Key Khudori Husnan Kiki Dian Sunarwati Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Kris Razianto Mada Krisman Purwoko Kritik Sastra Kurniawan Junaedhie Kuss Indarto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L.K. Ara L.N. Idayanie La Ode Balawa Laili Rahmawati Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayanie Lukman Asya Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Raudah Jambak M. Ady M. Arman AZ M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Makmur Dimila Mala M.S Maman S. Mahayana Manneke Budiman Maqhia Nisima Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Mariana Amiruddin Marjohan Martin Aleida Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Mathori A. Elwa Media: Crayon on Paper Medy Kurniawan Mega Vristian Melani Budianta Mikael Johani Mila Novita Misbahus Surur Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohammad Cahya Mohammad Eri Irawan Mohammad Ikhwanuddin Morina Octavia Muhajir Arrosyid Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun A.S Multatuli Munawir Aziz Muntamah Cendani Murparsaulian Musa Ismail Mustafa Ismail N Mursidi Nanang Suryadi Naskah Teater Nelson Alwi Nezar Patria NH Dini Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Ni’matus Shaumi Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nisa Ayu Amalia Nisa Elvadiani Nita Zakiyah Nitis Sahpeni Noor H. Dee Noorca M Massardi Nova Christina Noval Jubbek Novelet Nur Hayati Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurul Anam Nurul Hidayati Obrolan Oyos Saroso HN Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste PDS H.B. Jassin Petak Pambelum Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Puji Santosa Purnawan Basundoro Purnimasari Puspita Rose PUstaka puJAngga Putra Effendi Putri Kemala Putri Utami Putu Wijaya R. Fadjri R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R. Toto Sugiharto R.N. Bayu Aji Rabindranath Tagore Raden Ngabehi Ranggawarsita Radhar Panca Dahana Ragdi F Daye Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Renosta Resensi Restoe Prawironegoro Restu Ashari Putra Revolusi RF. Dhonna Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Ridwan Rachid Rifqi Muhammad Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Risa Umami Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rofiuddin Romi Zarman Rukmi Wisnu Wardani Rusdy Nurdiansyah S Yoga S. Jai S. Satya Dharma Sabrank Suparno Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman Yoga S Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sariful Lazi Saripuddin Lubis Sartika Dian Nuraini Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Indonesia Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sides Sudyarto DS Sidik Nugroho Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slamet Widodo Sobirin Zaini Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sreismitha Wungkul Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sugeng Satya Dharma Sugiyanto Suheri Sujatmiko Sulaiman Tripa Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Budiharto Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka Syarif Hidayatullah Syarifuddin Arifin Syifa Aulia T.A. Sakti Tajudin Noor Ganie Tammalele Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tharie Rietha Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Toko Buku PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Wahono Trisna Triyanto Triwikromo TS Pinang Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Uniawati Unieq Awien Universitas Indonesia UU Hamidy Viddy AD Daery Wahyu Prasetya Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Weni Suryandari Widodo Wijaya Hardiati Wikipedia Wildan Nugraha Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wisran Hadi Wowok Hesti Prabowo WS Rendra X.J. Kennedy Y. Thendra BP Yanti Riswara Yanto Le Honzo Yanusa Nugroho Yashinta Difa Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhis M. Burhanudin Yurnaldi Yusri Fajar Yusrizal KW Yusuf Assidiq Zahrotun Nafila Zakki Amali Zawawi Se Zuriati