Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

Puisi-Puisi Hamdy Salad

http://sastrakarta.multiply.com/
SURAT-SURAT UNTUK BERKACA

Dan dunia telah dibenamkan para raksasa
ke dasar benua. Laut berlumpur hitam
menghisap cahaya dari cincin matahari
mengaduk luka dan air garam
dalam bencana yang tak pernah selesai

Doa dan dupa, mantra dan sesaji
tak juga sampai ke langit tinggi
menggumpal di udara kelam
bagai awan yang gagal menjadi hujan
tubuh dan jiwa bersembunyi dalam keluh
berpisah diri dengan semesta paling inti

113 surat dalam kitab keabadian
menuliskan martabat cinta
bagi manusia yang berkaca. Bacalah! Bacalah!

2001



SENJA DI ATAS MENARA

Dan bergeraklah senja. Fasabbih, fasabbih!
menyeberangi segala sungai yang mendidih

Matahari berambut pirang, mengirim usia di perbatasan
tangan-tangan saling berebut bagai puncak menara
dalam remang, menjulurkan rasa takut
di antara gema adzan, ayat suci dan panggilan maut
yang bergulung menuju pelangi di langit baka

Maka badai tak kunjung reda untuk berdoa
dan kembali ke dalam mimpi yang lebih purba

Kemarilah wahai pedang khalifah. Tebas leherk…

Jawa, Tambang Sastra Pascamitos*

S. Jai**
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

Mula-mula adalah kata. Jagad tersusun dari kata," tutur penyair Subagio Sastrowardoyo. Namun, meyakini nenek moyang segala ilmu, juga tentu saja kata adalah mitos, juga sah. Jauh sebelum kata-kata diperas, diperah sampai apuh beban artinya, mitos lebih dahulu menyingkap makna sampai akarnya yang purba.

Tidak banyak yang meyakini hal itu dan mungkin hanya sastrawan yang sadar menghidupkan kata bahwa kata juga seperti manusia. Seperti juga manusia, ia tahu bagaimana harus hidup, bercinta, dan menyusun pikiran besar melunasi hasratnya pada alam cita. Seperti halnya sedikit yang tahu peristiwa kelas dunia baru usai digelar, yakni Pesamuhan Budaya Panji Internasional Ke-2 di Trawas, Mojokerto.

Sayang, gemanya tidak terdengar menggaung sampai dalam, apalagi membayang hingga bisa diterbangkan alias inspiratif. Padahal, itu yang mestinya terjadi di wilayah tambang mitos bernama Jawa. Betapa dari salah satu versi mitos Cerita Panji justru bisa ditangk…

Sampah

A Rodhi Murtadho
http://rodhi-murtadho.blogspot.com/

Sampah? Sudah melebihi jajaran pegunungan, bahkan sudah punya keinginnan untuk membentuk galaksi. Mengalahkan Bima Sakti. Entah mulai kapan keinginan itu mulai tercipta. Yang pasti sejak mereka mampu membentuk planet sampah lengkap dengan satelitnya.

Aku tak tahu bagaimana mereka berkomunikasi. Keakraban muncul. Berkembang biak tanpa perkawinan yang berarti. Yang aku tahu keinginan mereka, dalam kacamata mereka, baik dan tulus dari hati nurani. Menggalang persatuan demi mewujudkan cita-cita mereka.

“Bagaimana kita bisa berkembang biak cepat di bumi ya?” ucap salah satu sampah yang menyerupai botol, “padahal manusia sangat punya keinginan memusnahkan kita.”

“Itu gampang,” kata salah satu sampah yang hancur, tak berbentuk, tak menyerupai apapun, “kita bisikkan pada industri untuk membuat kemasan yang tidak bisa didaur ulang dan tidak mudah terurai oleh bakteri. Seperti diriku yang kian hari makin hancur oleh bakteri sialan ini. Bentukku su…

BELAJAR MENULIS DARI MARDILUHUNG*

Sutejo
http://thereogpublishing.blogspot.com/

Ketika beberapa waktu lalu HU Mardiluhung menjadi pembicara di SMA Immersion Ponorogo, dia lebih banyak bercerita tentang apresiasi puisi dan bagaimana membaca puisi. Dalam perbincangan informal di rumah, di jelang pagi, Mardiluhung mengungkapkan beberapa hal menarik berkaitan dengan proses kreatifnya: (a) bahwa proses kreatif itu sebenarnya tidak bisa diceritakan, (b) bahwa menulis ternyata mengalami fase kritis (krisis), (c) menulis itu harus peka situasi karena itu sering mengamati kejadian sosial, dan (d) menulis itu butuh risearch.

Mardiluhung memang seorang guru, yakni pengajar di SMA NU Tuban. Tetapi, dalam dunia kepenulisan jika seseorang ingin belajar menulis maka dia pun guru menulis. Untuk itulah, kini ia hanya mengajar bahasa Indonesia khusus spesifikasi menulis. Setiap minggu satu jam pelajaran. Unik?

Saya sendiri tidak tahu mengapa Mardiluhung bilang bahwa menulis tidak dapat diceritakan. Mungkin karena proses seseorang menulis m…

2008

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Memasuki 80 tahun Soempah Pemoeda, Pak Amat ingin menyepi. Ia mencoba merenungi makna Indonesia. Untuk itu ia sudah merencanakan tidak akan bicara, tidak tidur dan tidak makan dan minum, pendeknya melakukan tapa selama satu hari.

Yang pertama protes adalah Bu Amat.

“Kalau Arjuna bertapa di Gunung Indrakila, itu karena ia ingin mendapatkan panah Pasupati, untuk membunuh Niwatakawaca. Bapak bertapa untuk mendapatkan apa?”

“Ya, menghayati kembali apa itu Indonesia.”
“Untuk apa?”

“Ya dong! Karena sekarang kita sudah mengalami erosi kebangsaan. Kita perlu mengingat cita-cita para pejuang kita yang ingin membangun satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yang bernama Indonesia.”

“Hanya itu?”

Amat berpikir.

“Juga untuk melihat apa sebenarnya yang menjadi kesalahan …….. .”

Bu Amat tak sabar.

“Ah kalau cuma maunya itu, tidak usah susah-susah bertapa, lebih baik Bapak antar aku ke pesta perkawinan, ada tiga sekaligus hari ini. Nanti jawaban satu nusa, satu bangsa …

Sajak-Sajak Arya Winanda

http://www.korantempo.com/
DI KULIT BATANG RANDU

asmara
mungkin bersemayam
di sebatang pohon randu, sebagai dua nama
tertoreh di kulitnya

di antaranya ada yang lerai
seperti randu, merelakan rindu
daun
dipetik angin berhelai-helai,
yang keras-kepala menggenggam ranting
pada tangkai

suatu waktu, rapat jeruji hujan mengguyurnya
ada kalanya kilau petir menyambar
merobohkan batang randu
berkilat-kilat, menerangi nama sepasang manusia
buah apel dan anak panah tajam yang ditatokan,
berceraian
berserakan
terkelupas bersama kulitnya

terseret arus, timbul-tenggelam di hitam selokan
mengendap
terurai--larut di lingkar air
menguap
ke perut awan
bersama bentakan guruh, terjun
menderas ke arah seorang lelaki yang mematung
kehilangan arah di antara bulir-bulir hujan
terserap ke gigil iga
merembes ke dasar telaga
di bawah pelipis di sisi lengkung alis
menitis
membeku di kelopak bibir ungu
menggerakkan jari lampai yang biru
memahat pusara bagi dua nama
di kulit batang randu suatu waktu
di simpang gang
di jantung kota yang berdetak kenca…

PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Jika dikatakan, sejarah selalu berpihak pada penguasa, maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian, perekayasaan, penenggelaman, dan penyesatan. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa, bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri, maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa.

Akibatnya memang dahsyat. Riwayat sastra Indonesia modern seolah-olah berpangkal pada Balai Pustaka. Balai Pustaka itu pula yang kemudian menjadi ukuran gengsi sastra Indonesia. Bahasa yang dipelihara Balai Pustaka, juga dianggap sebagai bahasa golongan yang paling tinggi budayanya. Ia menjadi ikon kebudayaan elite. Mencitrakan sekumpulan…

Kebaya Pengantin

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Ibu minta saya membeli bahan kebaya sutra, warna hijau labu siam, di Toko Delhi, langganan nenek. Bahannya polos, tidak boleh ada sulaman sedikit pun. Tanpa ditanya, ibu bercerita jika sudah menyiapkan sulaman yang akan dibuat penyulam langganannya. Di bagian depan kebaya, ia ingin memberi sulaman bunga kenanga kuning muda. Di sepanjang ujung kebaya dan seputar pergelangan tangan akan disulam daun kenanga hijau tua.

''Minta pada Tuan Rahul kualitas kainnya nomor satu dengan harga langganan,'' pesan ibu.

Toko tekstil itu milik keturunan India. Tokonya yang kecil dipenuhi gulungan-gulungan kain yang ditata menurut kualitas dan harga. Alat ukurnya menggunakan kayu yang sudah tua, kehitam-hitaman. Selalu ada dupa yang mengepul di dekat meja kasir. Terakhir kali saya ke toko itu bersama nenek semasa ia masih ada.

Seumur hidup, setiap hari nenek mengenakan kebaya. Koleksinya selemari. Bahannya dari katun yang sederhana, beludru, brokat, paris, d…

Buku-Buku Novel yang Bergerak

Mohammad Ikhwanuddin*
http://www.jawapos.com/

Pekan pertama bulan Desember ini, setidaknya ditemukan dua buku yang tengah bergerak indah dengan bentuk interpretasi yang unik. Buku dipahami sebagai media informasi melalui tulisan, sementara bergerak berarti suatu keadaan dinamis, fleksible, dan tidak rigid. Pada saat buku sastra menjadi sebuah audio-visual akibat sentuhan sineas, di situlah buku-buku mulai bergerak terlepas diri dari kejumudan kata.

Kedua buku tersebut adalah Twiligt karya Stephenie Meyer dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Sukses besar yang sudah terengkuh dalam penjualan berimbas pada media lain di mana buku-buku novel menjadi bergerak. Tabloid Nyata memberitakan bahwa kesuksesan Twilight berwujud pemecahan rekor pemasukan bioskop pada pemutaran perdana (Jumat, 21/11), yakni USD 70,6 juta atau Rp 858 miliar, mengalahkan Quantum of Solace-nya James Bond (USD 27,4 juta). Sebuah nilai fantastis mengingat krisis yang tengah dihadapi Amerika saat ini dan biaya produksi f…

PERI CANTIK ATAU HANTU FEMINISME?

Nurel Javissyarqi*

Perempuan itu kelembutan bathin, kehalusan air, hati yang mengarus. Jiwanya ombak senantiasa memiliki keyakinan, yang menampilkan pamor kecantikan. Keteguhannya, kesabaran mengaliri tiap-tiap cela kehidupan. Tanpa dirinya, dunia kering-kerontang tiada ricik-gemericik tangis bayi para insan. Dan kaum lelaki tongkat estafetnya, saat menyadari pentingnya kembang jiwa.

Ini bukan kehendak menuturkan siang-malam, tapi menciptakan kesatuan harmoni, fajar rahmat, senja temaram yang berpelukan. Dalam percumbuan manis, kreasinya terus menggelora, menyedot bak magnit atau garam guna-guna, yang disebar di setiap pepintu lelaki melangkahkan kaki ke luar rumah.

Senyum penantiannya sepenuh harapan, melihat dunianya membawa manfaat laki-laki menjejakkan kepercayaan, meneruskan langkah sebagaimana nafas-nafas doa. Bukan berarti berdoa tanpa aktivitas, kreativitasnyalah harapan.

Wanita bukan pemancing atau ikannya. Ia mampu jadi penjala paling lihai di antara lelaki, atau kedudukannya se…

De Winst, Kesaksian Novel Poskolonial

A. Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Sebagai salah satu novel sejarah, De Winst merupakan salah satu karya sastra yang laik diziarahi. Novel setebal 336 halaman ini, menenun kisahnya ihwal jama’ah pelajar Indonesia di negeri Belanda, Indonesische Vereniging (IV), atau di Hindia lebih familiar dengan sebutan Perhimpunan Indonesia (PI).

Afifah Afra, novelis muda jebolan jurusan biologi kampus negeri di Solo, yang juga merupakan anggota dari forum komunitas penulis FLP yang memiliki cabang hampir di seluruh Indonesia tersebut, senang bergelut dengan cerita berlatar sejarah. Di tengah gemerlap hajatan sastra Islami yang digeluti komunitasnya, ia kadang setia bertahan dengan sajian cerita-cerita sejarahnya yang kental, menggugah inspirasi. Terlebih, dengan bubuhan gambar di setiap lekuk badan novel ini, membuat pembaca makin termanjakan.

Sedikit beda dengan karya jamak penulis FLP lainnya. Karya ini mengingatkan kita pada sebuah jejak-rekam kesengsaraan inlander oleh sistem tan…

Menulis Lakon

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

I. KIAT PENULISAN LAKON

Untuk menyusun naskah lakon, yang diperlukan mula-mula adalah gagasan. Tidak semua hasrat atau keinginan adalah sebuah gagasan. Gagasan atau ide dalam menulis lakon, adalah hasil perenungan dan pemikiran.. Dalam hubungan dengan kerja kreatif, gagasan atau ide adalah apa yang biasa disebut “inspirasi”.

Kita hindari istilah inspirasi atau ilham untuk sementara, karena apa yang disebut ilham sering dihubung-hubungkan dengan karunia Tuhan. Akibatnya banyak orang terkecoh lalu hanya menunggu untuk mendapatkannya. Padahal semua yang ada di dunia ini adalah karunia Tuhan. Yang disebutkan dengan gagasan di sini adalah hasil perenungan, hasil pemikiran, hasil kontemplasi. Bahkan mungkin hasil diskusi dan rembugan-rembugan, baik dengan diri sendiri, denganm orang lain atau pemahaman kebenaran yang lain.

Di dalam gagasan ada sesuatu yang baru, yang berbeda, yang lain dari yang sudah ada dikenal. Itulah yang menyebabkan seorang penul…

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com