Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Kegelisahan Buah Simalakama Dimas Arika Mihardja

Imron Tohari
http://sastra-indonesia.com/

BUAH SIMALAKAMA ITU …
: bagi penyair generasi kini

buah simalakama itu, cintaku, terhidang di meja makan
apapun pilihan akan meruahkan masalah dalam pencarian
mata pisau telah diasah sapardi dan dukanya abadi, sementara
keraguan goenawan dan kematian semakin akrab dalam dekap subagio
o amuk kapak sutardji lepas dari tradisi hingga abad berlari bersama afrizal

FENOMENA KAMAR MENCARI MIMBAR

Mukadimah Antologi Puisi KATARSIS
Hadi Napster
http://sastra-indonesia.com/

Berawal dari sebuah wacana, yang melebur ke dalam rencana, dan kini terlaksana dengan sederhana. Seperti itulah kira-kira gambaran lahirnya buku Antologi Puisi yang lalu saya juduli KATARSIS ini. Ya, buku berisi 150 anak kandung yang terlahir kerdil dan kecil dari rahim pena saya. Yang oleh beberapa orang menyebutnya karya sastra, meski saya sendiri tidak begitu yakin dengan sebutan tersebut.

Pertunjukan Teater Negri Sungsang dan Silaturrahmi Budaya

Denny Mizhar *
http://sastra-indonesia.com/

Sore tampak cerah, orang-orang sedang menata barang dagangannya, berharap mengais rejeki di sebuah pagelaran teater. Desa Wisata Jono Kecatan Temayang Kabupaten Bojonegoro akan ada pergelaran Teater dari Komunitas Suket Indonesia dari Jombang. Kali ini mereka akan menampilkan Negri Sungsang. Desa Wisata Jono adalah tempat perdana yakni pertunjukan teater Komunitas Suket Indonesia dengan kalaborasi dengan Komunitas Jaran Kepang Wahyu Budaya Mojowarno pada Minggu, 22 Januarai 2012.

MENJADI ORANG URAPAN, MENJADI SANG KHARISMATIK

Suryanto Sastroatmodjo
http://sastra-indonesia.com/

1.
Sadarkah Pangeran Puger bahwa dia tengah mengemban Sabda Sejarah? Suatu pewartaan dari “Babad Tanah Jawa” mengungkapkan, tatkala jenazah Sri Sunan Amangkurat II tengah dikafani menjelang pemakaman agung. Puger menyaksikan sorot vertikal ke langit, berwarna putih kebiru-biruan, keluar dari batang kemaluan raja yang ereksi.

Kemandirian Berpikir Sang Penyair

Faiz Manshur
http://www.kompasiana.com/faizmanshur

Belakangan ini situs jejaring social Facebook diguncang isu yang menarik perhatian para pecinta sastra dan budaya. Mungkin karena kualitas buku PUISI dan BULU KUDUK, juga karena prestasi Acep mendapat Penghargaan sastera sunda atas karyanya, Paguneman (Kumpulan saja basa Sunda). Puisi dan Bulu Kuduk sendiri merupakan buku berisi esai-esai sastra dan budayayang telah beredar luas, dan dibaca banyak pecinta sastra Indonesia, bahkan sekarang sering diminati guru bahasa.

RPA Suryanto Sastroatmodjo: Kematian Terindah Pejuang Budaya

R. Toto Sugiharto
http://jalanpenatoto.blogspot.com/

“kebudayaan berasal dari hati, bukan dari nalar” (RPA Suryanto Sastroatmodjo)

RPA (Raden Panji Anom) Suryanto Sastroatmodjo (60) terbaring di kamar kontrakannya –Jalan Nagan Lor 21, Yogyakarta, di antara berkas yang berserakan dan amben reot dengan kasur yang lapuk. Pejuang budaya itu sudah berpulang ke Pangkuan Ilahi, Selasa Kliwon, 17 Juli 2007 pukul 10.00 tiga tahun silam. Suryanto wafat dalam sunyi, ketika zaman dan situasi semakin “menyembilu hati” – ungkapan khas Chairil Anwar – ini pernah dilontarkan oleh almarhum beberapa pekan sebelum meninggal.

Hamzah Fanzuri – Sang Sufi Sastrawan

Risa Umami
http://pesantrenbudaya.com/?id=247

RIWAYAT HIDUP HAMZAH FANSURI

Syeikh Hamzah Fansuri adalah seorang cendekiawan, ulama tasawuf, dan budayawan terkemuka yang diperkirakan hidup antara pertengahan abad ke-16 sampai awal abad ke-17. Nama gelar atau takhallus yang tercantum di belakang nama kecilnya memperlihatkan bahwa pendekar puisi dan ilmu suluk ini berasal dari Fansur, sebutan orang-orang Arab terhadap Barus, sekarang sebuah kota kecil di pantai barat Sumatra yang terletak antara kota Sibolga dan Singkel sampai abad ke-16 kota ini merupakan pelabuhan dagang penting yang dikunjungi para saudagar dan musafir dari negeri-negeri jauh.

Sastra Sufi dalam Syair Perahu

Mahdi Idris *
http://blog.harian-aceh.com/

SASTRA menurut Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan atau kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Dalam bahasa Arab, sastra disebut Al-Adab, yang berarti perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa.

Melayu dan Gempuran Globalisasi dalam Catatan Budaya

Edi Sarjani *
http://www.riaupos.co/

Budaya Melayu vs Budaya modern tak dapat dihindari. Ini adalah konsekuwensi dari globalisasi dan Pekanbaru sebagai kota perdagangan metropolis. Budaya Melayu ‘’terpaksa’’ mengizinkan masuknya kebudayaan modern, hanya seberapa besar filterisasi yang mampu dilakukan oleh pelaku budaya (catatan budaya).

Pak Tua dan Anjing Muda

Hasnan Bachtiar
http://sastra-indonesia.com/

“Cinta dan sakit jiwa adalah saudara kembar. Teruslah tertawa, bergembira dengan kegilaan.”

Entahlah, kegilaan ini dimulai dari cinta atau cinta dimulai dari kegilaan. Mencintai adalah seberapa sabar ia hari ini harus duduk berlama-lama menikmati secangkir kopi mocca, yang dihirup wanginya setiap setengah jam sekali.

Drama Empat Babak

Hasan Junus
http://www.riaupos.co/

Penuh warna warni di panggung Patani. Dalam tradisi suluk, warna-warna mempunyai makna sebagai lambang yang berbeda dengan yang biasa diartikan dalam tradisi Melayu: hitam menyatakan kehadiran malaikat maut, kuning menyatakan datangnya makhluk-makhluk halus seperti setan dan jin, hijau menyatakan kehadiran Nabi Ibrahim, hijau-terang menyatakan datangnya Nabi Musa dan Idris, merah menyatakan kehadiran Jibril, dan kelabu menyatakan datangnya Nabi Isa.

Puisi-Puisi Akhiriyati Sundari

http://sastra-indonesia.com/
Kabut di Trowulan

Kesiur angin ketuk malammalam paripurna
Bulan Juli mengering
Singgah di pucukpucuk tunas
Trowulan yang menulis ingatan

Halimun berkerubung, ngungun
Mendekatkan aku pada wajahwajah masa lalu
Mahapatih Gadjahmada– Dyah Ayu Pitaloka

Jepang Terjemahkan Buku Puisi Amien Kamil

Elzam
http://annida-online.com/

Penerjemah asal Jepang Yoko Nomura menerjemahkan buku kumpulan puisi Tamsil Tubuh Terbelah karya penyair Indonesia Amien Kamil, ke dalam bahasa Jepang. Tamsil Tubuh Terbelah merupakan 10 buku terbaik versi Khatulistiwa Literary Award 2007 yang dianggap bersahaja dan representatif dalam perkembangan puisi kontemporer Indonesia. Amien merencanakan buku tersebut beredar di Jepang tahun ini dan bisa diapresiasi berbagai kalangan, tidak terbatas hanya masyarakat Jepang.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com