Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

PUISI DI TENGAH MASYARAKAT KRISIS

Indra Tjahyadi *)
Jurnal Nasional, 15 Juni 2008

Puisi tidak lahir dari kekosongan. Ia lahir dari totalitas pengalaman estetika manusia dalam relasinya dengan realitas dunia, yang kemudian dimaterialkan dalam bentuk jalinan kata-kata (yang indah), yang memiliki daya guna bagi kelangsungan hidup peradaban manusia. Antara puisi dan di dunia ia dilahirkan senantiasa memiliki hubungan yang tak terpungkiri. Suatu pertalian yang sangat erat dan saling bersikait antara satu dengan lainnya.

Penelusuran Khazanah Manuskrip Pesantren

Agus Sulton
_Radar Mojokerto, 8 Juli 2012

Penelusuran naskah menyimpan keunikan tersendiri, selain belajar tentang pemetaan penyebaran naskah, pihak lain juga mengetahui tradisi masyarakat dalam menyalin termasuk fungsi naskah itu sendiri, dan beberapa cerita-cerita rakyat yang masih dipegang oleh penuturnya. Setidaknya mengetahui adat berbudaya masyarakat berupa; slametan ritual, nyadran (bersih desa atau sedekah desa), ritual kepercayaan batin, dan sebagainya.

MELAGA EMPU, MENDENYUTKAN ILMU

Suryanto Sastroatmodjo
http://sastra-indonesia.com/

1.
Seorang sahabat, baru-baru ini mengenalkan suatu istilah baru :Workaholisme. Apa pulakah itu? Teman kita menjelaskan yang dimaksudkan adalah “keranjingan kerja”, atau tegasnya kita dikendalikan oleh dorongan nafsu kerja, di mana keseimbangan sikap-kerja itu membuat orang jadi tanpa-daya. Dikatakan, kerja adalah merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Dengan bekerja, kita memang dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti : imbalan materi, rasa berguna dan kesempatan pergaulan yang relatif luas. Gejala normal demikian tak usah dimasalahkan, tentunya.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com