Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Naskah Sastra Melayu Klasik Koleksi Rafles Disimpan di London

M. Ady
Harian Analisa, 9 Des 2012

PADA saat seseorang berkunjung atau berziarah ke suatu makam tokoh terkenal dalam sejarah, tentu yang dilihat tidak saja makam tua yang telah berabad-abad itu. Selain melihat nama dan tahun tokoh itu mangkat, juga akan dilihat apa yang tertulis pada batu nisan tokoh yang amat terkenal itu. Sebagai salah satu contoh seseorang yang berkunjung ke bekas Kerajaan Samudera Pasai di Aceh Utara, disana ada makam Sultan Malik al Saleh yang wafat tahun 696 H.

Ketika Sastra Menjadi Jembatan Ajaib

Putra Effendi
Suara Karya, 22 Des 2012

Kemanusiaan kita kenal sebagai sesuatu yang universal.Cita-cita tentang kesejahteraan manusia dikenal oleh seluruh umat manusia di seantero dunia dengan cara masing-masing. Betapa pun beragam corak pelafalannya, karena konteks setiap kelompok masyarakat banyak memberikan warna, tak pelak lagi, semangat ini meruap dari naluri cinta kepada sesama.

Maling Kondang, Rizal Ramli, dan Komunitas Sastra Kali Malang

Syarifuddin Arifin
Harian Haluan, 15 Juli 2012

Sebuah rakit mengapung di Kali Malang Bekasi, antara Jalan Cut Mutia dan Jalan Chairil Anwar yang ditata menjadi sebuah panggung pertunjukan berbagai genre seni, teater, seni rupa, musi­kalisasi puisi, pembacaan puisi, orasi budaya, musik tradisi dan seni pencak silat tradisi. Diselenggarakan oleh Saung Sastra Kali Malang, Minggu (8/7) lalu yang dikomandoi Andre Putra yang lebih dikenal dengan nama Ane Matahari, yang dimaksudkan sebagai upaya seniman mengam­panyekan kali bersih.

Kritik Sastra dalam “Kunjungan Atah Roy ke Penyengat”

Ahlul Hukmi *
Riau Pos, 9 Des 2012

KISAH ini dimulai dengan kedatangan Atah Roy ke Pulau Penyengat, yang menjadi saksi perjuangan Raja Haji selaku Yang Dipertuan Muda Riau IV bersama rakyatnya dalam melawan Belanda. Pulau Penyengat juga merupakan tempat lahirnya karya sastra ternama yakni Gurindam 12 karya Raja Ali Haji.

SSM dan Para Sastrawan

Idris Pasaribu
Harian Analisa, 2 Des 2012

PRO KONTRA pada sebuah wacana dan perjuangan adalah biasa.Terlebih jika tak pernah ikut dalam sebuah pertemuian yang membicarakan sebuah wacana poerjuangan, kemudian memberikan banyak pendapat, sementara hal dasar tidak tau, sesuatu yang aneh juga. Wacana dasar dari awaql banyak yang tak harus dkiungkap ke publik, karena setiap strategi ada cara mainnya.

Sastra Sumatera Merdeka

Afrion
Harian Analisa, 25 Nov 2012

Benarkah karya sastra di Sumatera Utara telah menjadi pengekor karya sastra Jakarta? Pertanyaaan ini langsung mengingatkan saya pada lagu siapa suruh datang Jakarta. Sebagaimana disebut Yulhasni Jangan Percaya pada Jakarta, tulisan ini pun akan mengarah pada terbentuknya Sastra Sumatera Merdeka yang diprakarsai Idris Pasaribu.

Sastra-Indonesia.com