Selasa, 09 Maret 2010

Sastra Demak Masa Kini

Muhajir Arrosyid*
http://www.suaramerdeka.com/

OTONOMI daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsanya sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan aturan perundang-undangan. Otonomi daerah menuntut kejelian daerah dalam melihat potensi-potensi daerahnya agar dapat mengangkat tingkat kesejahteraan daerah.

Kesejahteraan adalah pemenuhan kebutuhan masyarakat berupa pangan, papan, pendidikan, dan ruhani. Selama ini yang dianggap potensi untuk memenuhi kesejahteraan adalah sesuatu hal yang berpengaruh langsung dengan nilai ekonomi seperti pertanian, kelautan, pariwisata, dan industri.
Potensi kesenian cuma dimasukkan dalam kategori pariwisata. Sastra dianggap tidak mempunyai peran, sehingga belum pernah digarap. Padahal, dalam sejarahnya, sastra memiliki peran yang dominan dalam perikehidupan masyarakat Demak.
Peninggalan Wali Sastra mempunyai fungsi sebagai sarana penyampai gagasan oleh para wali yang dikenal sebagai Wali Sembilan kepada masyarakat. Sastra juga berfungsi menanamkan nilai-nilai secara halus, menciptakan mitos-mitos baru, pandangan hidup baru. Secara tidak langsung, sastra juga berpengaruh terhadap etos kerja, falsafah hidup, dan segala tata nilai masyarakat.

Kita dapat melihat Demak dulu dengan membaca karya sastranya. Demak dalam sejarah peradabannya memiliki pujangga-pujangga andal yang menggunakan sastra sebagai media pembentukan masyarakat yang berbudi pekerti, mengatur masyarakat secara halus melalui cerita-cerita, lakon-lakon pewayangan dan tembang-tembang. Salah satu contoh adalah tembang Ilir-ilir yang sampai sekarang masih populer di telinga kita:

Lir-ilir, lir-ilir tandure wus semilir /
tak ijo royo royo dak sengguh temanten anyar /
cah angon cah angon penekna blimbing kuwi /
lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodod ira /
dodod ira dodod ira kumitir bedah ing pinggir /
dondomana jumetana kanggo seba mengko sore /
mumpung padhang rembulane /
mumpung jembar kalangane /
ya suraka…. surak /.
Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih: ‘’Lihatlah kini waktu menanam bibit semai telah datang / begitu hijau segar laksana pengantin baru / wahai anak gembala tolong panjatkan pohon (petik) belimbing / walau licin tolong panjatkan untuk bebersih baju kebesaranmu / baju kebesaranmu telah terkoyak / jadi jahitlah tambal kembali untuk bertahta sore hari ini / Selagi terang bulan / selagi luas tempatnya / dan bersoraklah gembira’’.

Makna dari tembang ini kurang lebih mengambarkan ajakan Sunan Ampel kepada masyarakat untuk melaksanakan salat lima waktu. Belimbing yang bergigi lima bisa dimaknakan salat lima waktu, dapat pula ditafsir sebagai rukun Islam. Juga ajakan berjuang sekuat tenaga untuk membersihkan iman ketika waktu dan tempat masih tersedia. Setelah kita meraihnya, maka bergembiralah.
Kitab-kitab yang terbit pada zaman peradaban Demak antara lain Suluk Sunan Bonang, Suluk Sukarsa, Suluk Malang Sumirang, Koja-Kojahan, dan Niti Sruti. Ajaran Sunan Bonang terdapat dalam suluk Wijil yang berisi tentang ilmu kesempurnaan hidup.

Karya Sunan Drajat adalah tembang Pangkur. Adapun Sunan Kalijaga menyumbang beberapa karya seperti gamelan Nagawilaga, Guntur Madu dan Nyai Sekati, wayang kulit purwa, tembang Dhandanggula, dan Syair-syair Puji-pujian Pesantren.

Sunan Giri menciptakan Cublek-cublek Suweng, serta tembang Asmaradana dan Pucung. Sunan Kudus hadir dengan karyanya, tembang Maskumambang dan Mijil. Sedangkan Sunan Muria hadir dengan karyanya yaitu tembang Sinom dan Kinanthi (Purwadi; 2005)
Bagaimana Sekarang? Kita dapat melihat Demak sekarang dengan membaca karya sastra masyarakatnya. Selain sebagai media penyampai gagasan, sastra dapat memiliki fungsi untuk membaca kondisi dan spirit masyarakat pada zamannya.
Dalam kumpulan puisi dan geguritan Demak Kinasih: 504 Lilin Cinta Untukmu, sebuah kumpulan puisi yang disusun dan dibukukan Dewan Kesenian Demak (DKD) dari seluruh unsur masyarakat Demak (2007), kita dapat melihat bagaimana daerah dan masyarakat Demak menyikapi keadaan tersebut.

Ramatyan Sarjono dalam pengantar buku ini mengatakan, usia Demak yang sudah lebih dari lima abad masih menjadi objek olok-olok dari warga sekitarnya. Ini tergambar dalam puisi Arum dalam buku ini: ‘’nDemak? Ono apane …. / Adus, ngumbahi, ngising …./ Kabeh kok dilakoni ning kali / Kemproh ….// Kau mendengar apa kata mereka ??? / Mereka menghina kita….’’
Terjemahan dalam bahasa Indonesia kurang lebih demikian: ‘’Demak? Ada apanya? Mandi, mencuci, buang hajatÖ./ Semua kok dilaksanakan di kali / JorokÖ../ Kau mendengar apa kata mereka ??? / Mereka menghina kita….’’
Dalam puisi lain, Fastabiq Hidayatullah mengambarkan kondisi perilaku masyarakat Demak seperti ini: ‘’Mekong, sebuah nama ironis / Mepe bokong, kata nenek / Yang duduk di sebelahku / Saat melongok ke jendela / Di dalam bus yang kami tumpangi’’.

Sastra Demak kini mampu menunjukkan kepada kita kondisi perilaku masyarakat Demak. Menurut Ketua Reater Rakit Demak, Sutikno SMd (2008), Demak di era otonomi daerah sekarang ini membutuhkan orang-orang sejati, yang mampu membawa daerah ini setara dengan daerah lain dan tidak lagi menjadi olok-olok daerah sekitar. Mereka adalah guru sejati, pemimpin sejati, abdi sejati, dan pewarta sejati!

Hadirlah pula seniman dan sastrawan sejati. Seniman dan sastrawan yang mampu memotivasi masyarakat nelayan, petani pemimpin yang memiliki spirit membangun, bekerja karas, dan berdisiplin tinggi.

*) Muhajir Arrosyid SPd, penulis cerita pendek dari Kabupaten Demak.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Hana N.S A. Kohar Ibrahim A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi A.S. Laksana Aa Aonillah Aan Frimadona Roza Aba Mardjani Abd Rahman Mawazi Abd. Rahman Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wahab Abdullah Alawi Abonk El ka’bah Abu Amar Fauzi Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adhimas Prasetyo Adi Marsiela Adi Prasetyo Aditya Ardi N Ady Amar Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R Sarjono Agus R. Subagyo Agus S. Riyanto Agus Sri Danardana Agus Sulton Ahda Imran Ahlul Hukmi Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad S Rumi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhudiat Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alfian Zainal Ali Audah Ali Syamsudin Arsi Alunk Estohank Alwi Shahab Ami Herman Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Machmud NS Anam Rahus Anang Zakaria Anett Tapai Anindita S Thayf Anis Ceha Anita Dhewy Anjrah Lelono Broto Anton Kurniawan Anwar Noeris Anwar Siswadi Aprinus Salam Ardus M Sawega Arida Fadrus Arie MP Tamba Aries Kurniawan Arif Firmansyah Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Aris Kurniawan Arman AZ Arther Panther Olii Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha Arya Winanda Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Asrul Sani (1927-2004) Awalludin GD Mualif Ayi Jufridar Ayu Purwaningsih Azalleaislin Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bagus Fallensky Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni Setia Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brillianto Brunel University London BS Mardiatmadja Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerpen Chamim Kohari Chrisna Chanis Cara Cover Buku Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dad Murniah Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Dana Gioia Danang Harry Wibowo Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hardiana Dian Hartati Diani Savitri Yahyono Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Djasepudin Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi AH Iyubenu Edi Sarjani Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eduardus Karel Dewanto Edy A Effendi Efri Ritonga Efri Yoni Baikoen Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Endarmoko Eko Hendri Saiful Eko Triono Eko Tunas El Sahra Mahendra Elly Trisnawati Elnisya Mahendra Elzam Emha Ainun Nadjib Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Etik Widya Evan Ys Evi Idawati Fadmin Prihatin Malau Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faiz Manshur Faradina Izdhihary Faruk H.T. Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fauzi Absal Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fitri Yani Frans Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Gde Agung Lontar Gerson Poyk Gilang A Aziz Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gus TF Sakai H Witdarmono Haderi Idmukha Hadi Napster Hamdy Salad Hamid Jabbar Hardjono WS Hari B Kori’un Haris del Hakim Haris Firdaus Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hazwan Iskandar Jaya Hendra Makmur Hendri Nova Hendri R.H Hendriyo Widi Heri Latief Heri Maja Kelana Herman RN Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Firyansyah Herry Lamongan Hudan Hidayat Hudan Nur Husen Arifin I Nyoman Suaka I Wayan Artika IBM Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Q. Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indiar Manggara Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahjadi Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irwan J Kurniawan Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Norman Iskandar Saputra Ismatillah A. Nu’ad Ismi Wahid Iswadi Pratama Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.J. Ras J.S. Badudu Jafar Fakhrurozi Jamal D. Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jemie Simatupang JILFest 2008 JJ Rizal Joanito De Saojoao Joko Pinurbo Jual Buku Paket Hemat Jumari HS Junaedi Juniarso Ridwan Jusuf AN Kafiyatun Hasya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Key Khudori Husnan Kiki Dian Sunarwati Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Kris Razianto Mada Krisman Purwoko Kritik Sastra Kurniawan Junaedhie Kuss Indarto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L.K. Ara L.N. Idayanie La Ode Balawa Laili Rahmawati Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayanie Lukman Asya Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Raudah Jambak M. Ady M. Arman AZ M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Makmur Dimila Mala M.S Maman S. Mahayana Manneke Budiman Maqhia Nisima Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Mariana Amiruddin Marjohan Martin Aleida Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Mathori A. Elwa Media: Crayon on Paper Medy Kurniawan Mega Vristian Melani Budianta Mikael Johani Mila Novita Misbahus Surur Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohammad Cahya Mohammad Eri Irawan Mohammad Ikhwanuddin Morina Octavia Muhajir Arrosyid Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun A.S Multatuli Munawir Aziz Muntamah Cendani Murparsaulian Musa Ismail Mustafa Ismail N Mursidi Nanang Suryadi Naskah Teater Nelson Alwi Nezar Patria NH Dini Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Ni’matus Shaumi Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nisa Ayu Amalia Nisa Elvadiani Nita Zakiyah Nitis Sahpeni Noor H. Dee Noorca M Massardi Nova Christina Noval Jubbek Novelet Nur Hayati Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurul Anam Nurul Hidayati Obrolan Oyos Saroso HN Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste PDS H.B. Jassin Petak Pambelum Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Puji Santosa Purnawan Basundoro Purnimasari Puspita Rose PUstaka puJAngga Putra Effendi Putri Kemala Putri Utami Putu Wijaya R. Fadjri R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R. Toto Sugiharto R.N. Bayu Aji Rabindranath Tagore Raden Ngabehi Ranggawarsita Radhar Panca Dahana Ragdi F Daye Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Renosta Resensi Restoe Prawironegoro Restu Ashari Putra Revolusi RF. Dhonna Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Ridwan Rachid Rifqi Muhammad Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Risa Umami Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rofiuddin Romi Zarman Rukmi Wisnu Wardani Rusdy Nurdiansyah S Yoga S. Jai S. Satya Dharma Sabrank Suparno Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman Yoga S Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sariful Lazi Saripuddin Lubis Sartika Dian Nuraini Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Indonesia Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sides Sudyarto DS Sidik Nugroho Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slamet Widodo Sobirin Zaini Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sreismitha Wungkul Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sugeng Satya Dharma Sugiyanto Suheri Sujatmiko Sulaiman Tripa Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Budiharto Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka Syarif Hidayatullah Syarifuddin Arifin Syifa Aulia T.A. Sakti Tajudin Noor Ganie Tammalele Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tharie Rietha Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Toko Buku PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Wahono Trisna Triyanto Triwikromo TS Pinang Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Uniawati Unieq Awien Universitas Indonesia UU Hamidy Viddy AD Daery Wahyu Prasetya Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Weni Suryandari Widodo Wijaya Hardiati Wikipedia Wildan Nugraha Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wisran Hadi Wowok Hesti Prabowo WS Rendra X.J. Kennedy Y. Thendra BP Yanti Riswara Yanto Le Honzo Yanusa Nugroho Yashinta Difa Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhis M. Burhanudin Yurnaldi Yusri Fajar Yusrizal KW Yusuf Assidiq Zahrotun Nafila Zakki Amali Zawawi Se Zuriati