Langsung ke konten utama

Buku Kitab Kritik Sastra Diluncurkan

Buku Maman Mahayana Dibahas Peneliti Cekoslowakia
tiraskita.com

Buku terbaru kritikus Maman S. Mahayana berjudul Kitab Kritik Sastra diluncurkan di kampus FIB Universitas Indonesia (UI) dan dibahas oleh peneliti dan dosen dari Cekoslowakia, Martina Rysova dan peneliti UI, Tommy Christomy. Acara itu dihadiri seratus lebih undangan termasuk sastrawan Fakhrunnas MA Jabbar (Riau) dan Asrizal Noor.

Martina Rysova yang mengajar di Department of Asian Studies, Palacky University Olomouc dalam pembahasannya menyatakan kritik sastra merupakan bidang diskusi yang melalui ulasan dan tek-steks lain bertujuan menginterpretasikan, mengevaluasi dan mengklasifikasikan karya sastra.

"Kritik sastra bertujuan membedakan dalam karya sastra nilai aktual yang tidak nyata dan menilai serta mengevaluasi kualitas karya sastra. Meskipun kritik sastra berdasarkan aturan teori sastra, juga berlaku rasa estetika mereka sehingga setiap kritik sastra tidak dapat melepaskan kesan subyektif penulisnya," kata Martina yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Sehubungan Kitab Kritik Sastra karya Maman, menurut Martina Rysova, salah satu tujuan Maman menulis buku ini supaya setiap orang bisa mempelajatri dan memptaktikkan kritik sastra, juga agar membiasakan cara bagaimana memahami dan mengevaluasi karya sastra.

"Ya, sesungguhnya buku ini merupakan semacam penuntun kritik sastra untuk orang-orang yang tertarik, gemar dan berani menjadi kritikus sastra yang betul," ucap Martina.

Sementara Tommy Christomy, PhD menilai buku Kitab Kritik Sastra karya Maman merupakan momentum yang tepat untuk menyemangati kembali 'gegap-gempoita' dunia kritik sastra yang di masa lalu FS-UI -kini FIB-UI- pernah menorehkan namanya sebagai salah satu lembaga yang menghasilkan kritikus-kritikus jempolan yang dicatat dalam sejarah kritik sastra Indonesia dseperti nama H.B. Jassin, Saleh Saad, Boen S. Oemarjati, M. S. Hutagalung dan sebagainya.

"Mereka meruoakan kritikus sasdtra yang punya otoritas tinggi pada zamannya dan merteka pun mengajarkannya di kelas-kelas kuliah. Jejak ini yang oini sepertinya hendak dilanjutkan oleh Maman S. mahayana," kata Tommy.

Sedangkan Maman S. Mahayana yang produktif menerbitkan buku ini mengungkapkan dunia kritik sastra boleh dapat dilakukan oleh siapa saja. Untuk itu, ia mengimbau semua penulis agar jangan ragu-ragu membuat kritik sastra bagaimana pun wujudnya.

Menurut Maman, kritik sastra itu dapat dibedakan dalam dua bentuk yakni bentuk umum yang biasa dilakukan oleh kritikus yang berbasis pengalaman seperti pernah dilakukan oleh STA dan A. Teewud. Sedangkan bentuk kedua adalah kritikus akademis yang bertolak dari ilmu-ilmu sastra sebagaimana diperlihatkan Rawamangun dan sebagainya.

Buku Kitab Sastra Sastra karya Maman dsetebal 402 halaman ini diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia. Buku ini diberi kata pengantar oleh Dr. Etienne Naveau, seorang dosen Sastra Indonesia pada Institu Nasional Bahasa dan Kebudayaan Timur (INALCO), Prancis.

Buku ini berisi sejumlah tulisan yang berkaitan dengan kritik puisi, cerpen dan novel serta kritik sastra dalam bentuk makalah, jurnal ilmiah dan bentuk-bentuk lain. (nas)

http://tiraskita.com/read-6-2457-2015-02-19-buku-maman-mahayana-dibahas-peneliti-cekoslowakia.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Sufi dalam Syair Perahu

Mahdi Idris *
http://blog.harian-aceh.com/

SASTRA menurut Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan atau kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Dalam bahasa Arab, sastra disebut Al-Adab, yang berarti perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa.

Fungsi Sosial Karya Sastra

Dr Junaidi
http://www.riaupos.com/

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan.

Kasus korupsi dan penyelewengan lainnya merupakan akibat dari kekuasaan yang terlepas dari kontrolnya. Disebabkan adanya potensi penyeleuangan itulah kekuasaan itu perlu dikontrol oleh masyarakat dengan cara menyampaikan kritikan kepada pihak penguasa. Meskipun peran kontrol terhadap kekuasaan telah diberikan kepada lembaga-lembaga tertentu yang ditetapkan melalui undang-undang, peran k…

Puisi “Anak Laut” Asrul Sani (1927-2004)

Taufiq Ismail *
http://www.gatra.com/

KARYA Asrul Sani paling berkesan yang pertama kali saya baca adalah Anak Laut, 52 tahun silam. Ketika itu saya pelajar SMAN Bogor kelas satu, langganan setia perpustakaan Gedung Nasional di seberang Kebun Raya.

Empat baris awal puisi itu indahnya terasa seperti sihir kata-kata: Sekali ia pergi tiada bertopi/ Ke pantai landasan matahari/ Dan bermimpi tengah hari/ Akan negeri di jauhan. Impresi memukau lukisan alam puitik itu berlanjut hingga hari ini, seperti tak habis-habisnya. Di perpustakaan itu pula saya menemukan majalah Zenith dan pertama kali membaca esai-esai Asrul yang jernih, cerdas, dan cantik, kini terkumpul dalam Surat-surat Kepercayaan (1997, 708 halaman).