Jumat, 30 Januari 2009

JILFest, dari Politik sampai Spirit Bersastra

Aries Kurniawan
http://www.republika.co.id/

Sebuah perhelatan sastra berskala international, Jakarta International Literary Festival (JILFest), yang diselenggarakan atas kerja sama antara Komunitas Sastra Indonesia (KSI), Komunitas Cerpen Indonesia, dan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta, digelar di Kota Tua Jakarta, pada 11-14 Desember 2008.

Melalui iven ini sekurangnya akan terkabarkan kepada masyarakat sastra dunia bahwa Indonesia memiliki sejumlah sastrawan dan karya-karya sastranya bisa dijadikan salah satu pintu masuk bagi masyarakat dunia untuk memahami budaya dan masyarakat Indonesia.

Iven ini sekaligus menjawab kegelisahan banyak sastrawan Indonesia atas ketiadaan iven sastra berskala international -- tidak sebagaimana di bidang musik, film, dan seni pertunjukan, yang telah lebih dulu memiliki iven internasional di Jakarta.

Ketiadaan iven sastra berskala international berimbas pada rendahnya tingkat pergaulan sastra dan sastrawan Indonesia di manca negara. Diakui atau tidak, sastrawan Indonesia umumnya memang belum dikenal di level international kecuali Pramoedya Ananta Toer.

Sebagaimana diilustrasikan salah seorang pembicara seminar JILFest, Putu Wijaya, ketika mengikuti sebuah festival sastra di Berlin, dia harus dengan sabar menjelaskan pada seorang peserta dari Amerika bahwa Indonesia juga mempunyai banyak sastrawan.

Mengatasi kondisi itu, menurut Putu Wijaya, penerjemahan sastra Indonesia ke dalam berbagai bahasa tidak bisa tidak harus segera dilakukan. Dan, JILfest diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka ruang-ruang kerja sama antara sastrawan Indonesia dengan sastrawan negara lain, baik secara lembaga maupun individu.

Pembicara lain, Jamal Tukimin (Singapura), mengatakan prospek penerbitan karya sastra Indonesia di Singapura dan negara-negara Melayu sangat besar. Di singapura, buku-buku terbitan Indonesia sudah masuk sejak Perang Dunia II. Dengan sedikit penyesuaian bahasa (bukan terjemah) buku-buku sastra Indonesia dapat mengisi 75 persen pasar buku sastra Singapura.

Menurut pembicara dari Jepang, Prof Dr Mikihiro Moriyama, buku-buku sastra Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa Jepang terbilang masih sangat sedikit. Potensinya yang besar masih belum tergarap maksimal. Melalui iven Jilfest ini kerja sama antara sastrawan Indonesia dan Jepang diproyeksikan dapat ditingkatkan.

Topik seminar

Pada seminar putaran pertama diusung topik Sastra Indonesia di Mata Dunia, menghadirkan pemakalah Dr Katrin Bandel (Jerman), Prof Dr Koh Young Hun (Korea), Dr Maria Emilia Irmler (Portugal) dan Prof Dr Abdul Hadi WM (Indonesia).

Katrin menyoroti politik sastra yang dilancarkan Komunitas Utan Kayu (KUK) di Eropa. Hasil sorotan Katrin mengungkapkan bagaimana KUK mencitrakan Indonesia sebagai bangsa yang tiranik, radikal, dan intoleran terhadap keragaman untuk 'menjual' Ayu Utami, salah seorang eksponen KUK, di Eropa.

Sebegitu penting rupanya pengakuan international bagi sastrawan Indonesia sehingga cara apapun (baca: pembohongan) harus ditempuh untuk mendapatkannya. Mengapa ini terjadi? Katrin menengarai sastrawan Indonesia punya kepentingan besar untuk dikenal di Eropa.

Berkait soal politik sastra, Abdul Hadi WM mengatakan bahwa bagaimana pun kerasnya upaya sastrawan Indonesia mengenalkan diri kepada dunia tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa kemauan politik pemerintah dalam sistem pengajaran sastra Indonesia di sekolah.

Pembicara dari Perancis, Henry Chambert dan Stevan Danarek (Swedia), menyarankan perlunya upaya yang sangat keras bagi masyarakat sastra Indonesia untuk menuju ke Nobel Sastra, bukan semata dengan cara kekuatan karya sastra itu sendiri melainkan dengan strategi lain seperti penerjemahan dan diplomasi budaya. Dia mencontohkan bagaimana Pramoedya Ananta Toer gagal meraih Nobel meski sudah masuk nominasi Nobel selama dua puluh enam kali.

Upaya-upaya itu bagi Budi Darma adalah berupa peran Indonesia di bidang-bidang lain di luar sastra seperti ekonomi, politik, sosial, teknologi, dan kekuatan militer dalam pentas dunia. Bagaimana dunia akan melirik sastra Indonesia apabila mereka tidak memiliki referensi tentang Indonesia.

Acara lain

Selain seminar, JILFest 2008 diisi lomba penulisan cerpen berlatar Jakarta, pertunjukan sastra, bazar buku, workshop penulisan cerpen dan puisi, workshop musikalisasi puisi dan wisata budaya.

Lomba menulis cerpen berlatar Jakarta diikuti 360 peserta dari pelosok tanah air dan luar negeri. Kali ini dimenangi cerpen berjudul Selendang Cokek untuk Ayuni karya Floreance Sahertian (Sidoarja), disusul Pieter Akan Mati Hari Ini karya Deny Prabowo (Depok, Jabar), Pelangi Nusantara karya Sigid W (Palembang), Klinik Putih di Ujung Rel Kota Tua karya Thowaf Zuharon (Jakarta), Lelaki Tua di Bangku Taman karya Irene Rahmawati (Kebumen), dan Kereta Nyanyian karya Akidah Gauzillah (Jakarta).

Kegiatan workshop musikalisasi puisi, penulisan puisi, dan cerpen masing-masing digelar di Museum Wayang, Museum Seni Rupa, dan Museum Sejarah, dengan pemateri Agus R Sarjono dan DR Suminto A Sayuti untuk puisi, Helvy Tiana Rosa dan Shoim Anwar untuk cerpen, serta Tan Lio Ie dan Ane B'Neh untuk pertunjukan puisi. Workshop diikuti sekitar 400 pelajar SMA, mahasiswa, guru dan umum.

JILfest 2008 dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta H Fauzi Bowo di Museum Seni Rupa. Fauzi menorehkan kalimat pertama puisi tentang Jakarta dan diselesaikan oleh Taufiq Ismail. Fauzi lantas membacakan puisi itu, disusul Taufiq Ismail dan penyair Jerman Martin Jankowski. Acara pembukaan disudahi dengan pergelaran wayang Betawi di Museum Wayang.

Pertunjukan sastra utama digelar di Museum Sejarah dan pentas sastra penutup digelar di pelataran Pasar Seni Ancol dengan pemandu Nur Hayati (Pusat Bahasa) dan penyair Ahmad Syubbanuddin Alwy. Antara lain, menampilkan penyair D Zawawi Imrom, Asrizal Nur, Jose Rizal Manua, Diah Hadaning, Rukmi Wisnu Wardani, baca cerpen Putu Wijaya dan musikalisasi puisi Sanggar Matahari.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, Pinondang Simanjuntak, didampingi ketua panitia pelaksana JILFest Ahmadun YH, pada sambutan penutupan mengatakan akan mendukung penyelenggaraan JILfest sebagai iven dua tahunan. Hal senada dikatakan Fauzi Bowo pada sambutan pembukaan. Keduanya percaya peran penting sastra dalam ikut menciptakan kehidupan yang damai sekaligus memberi identitas bagi Jakarta sebagai ibukota negara.

Hampir semua peserta JILFest, antara lain Inggit Putria Marga, Fikar W Eda, Chavcay Syaefullah, Sihar Ramses Simatupang, Mustofa W Hasyim, Imam Ma'arif, Irman Syah, Micky Hidayat, Khoirul Anwar, Ibnu PS Megananda, SM Zakir, Mohamad Saleh Rahamad, dan Dinullah Rayes, ambil bagian untuk membacakan sajak-sajak mereka pada pentas penutupan. Acara penutupan ditandai penandatangan back dropp oleh Pinondang Simanjuntak dan Ahmadun YH, diikuti seluruh peserta. Sampai jumpa pada JILFest 2010!

*)Cerpenis dan peserta JILfest.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Hana N.S A. Kohar Ibrahim A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi A.S. Laksana Aa Aonillah Aan Frimadona Roza Aba Mardjani Abd Rahman Mawazi Abd. Rahman Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wahab Abdullah Alawi Abonk El ka’bah Abu Amar Fauzi Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adhimas Prasetyo Adi Marsiela Adi Prasetyo Aditya Ardi N Ady Amar Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R Sarjono Agus R. Subagyo Agus S. Riyanto Agus Sri Danardana Agus Sulton Ahda Imran Ahlul Hukmi Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad S Rumi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhudiat Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alfian Zainal Ali Audah Ali Syamsudin Arsi Alunk Estohank Alwi Shahab Ami Herman Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Machmud NS Anam Rahus Anang Zakaria Anett Tapai Anindita S Thayf Anis Ceha Anita Dhewy Anjrah Lelono Broto Anton Kurniawan Anwar Noeris Anwar Siswadi Aprinus Salam Ardus M Sawega Arida Fadrus Arie MP Tamba Aries Kurniawan Arif Firmansyah Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Aris Kurniawan Arman AZ Arther Panther Olii Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha Arya Winanda Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Asrul Sani (1927-2004) Awalludin GD Mualif Ayi Jufridar Ayu Purwaningsih Azalleaislin Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bagus Fallensky Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni Setia Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brillianto Brunel University London BS Mardiatmadja Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerpen Chamim Kohari Chrisna Chanis Cara Cover Buku Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dad Murniah Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Dana Gioia Danang Harry Wibowo Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hardiana Dian Hartati Diani Savitri Yahyono Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Djasepudin Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi AH Iyubenu Edi Sarjani Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eduardus Karel Dewanto Edy A Effendi Efri Ritonga Efri Yoni Baikoen Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Endarmoko Eko Hendri Saiful Eko Triono Eko Tunas El Sahra Mahendra Elly Trisnawati Elnisya Mahendra Elzam Emha Ainun Nadjib Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Etik Widya Evan Ys Evi Idawati Fadmin Prihatin Malau Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faiz Manshur Faradina Izdhihary Faruk H.T. Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fauzi Absal Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fitri Yani Frans Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Gde Agung Lontar Gerson Poyk Gilang A Aziz Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gus TF Sakai H Witdarmono Haderi Idmukha Hadi Napster Hamdy Salad Hamid Jabbar Hardjono WS Hari B Kori’un Haris del Hakim Haris Firdaus Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hazwan Iskandar Jaya Hendra Makmur Hendri Nova Hendri R.H Hendriyo Widi Heri Latief Heri Maja Kelana Herman RN Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Firyansyah Herry Lamongan Hudan Hidayat Hudan Nur Husen Arifin I Nyoman Suaka I Wayan Artika IBM Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Q. Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indiar Manggara Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahjadi Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irwan J Kurniawan Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Norman Iskandar Saputra Ismatillah A. Nu’ad Ismi Wahid Iswadi Pratama Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.J. Ras J.S. Badudu Jafar Fakhrurozi Jamal D. Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jemie Simatupang JILFest 2008 JJ Rizal Joanito De Saojoao Joko Pinurbo Jual Buku Paket Hemat Jumari HS Junaedi Juniarso Ridwan Jusuf AN Kafiyatun Hasya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Key Khudori Husnan Kiki Dian Sunarwati Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Kris Razianto Mada Krisman Purwoko Kritik Sastra Kurniawan Junaedhie Kuss Indarto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L.K. Ara L.N. Idayanie La Ode Balawa Laili Rahmawati Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayanie Lukman Asya Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Raudah Jambak M. Ady M. Arman AZ M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Makmur Dimila Mala M.S Maman S. Mahayana Manneke Budiman Maqhia Nisima Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Mariana Amiruddin Marjohan Martin Aleida Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Mathori A. Elwa Media: Crayon on Paper Medy Kurniawan Mega Vristian Melani Budianta Mikael Johani Mila Novita Misbahus Surur Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohammad Cahya Mohammad Eri Irawan Mohammad Ikhwanuddin Morina Octavia Muhajir Arrosyid Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun A.S Multatuli Munawir Aziz Muntamah Cendani Murparsaulian Musa Ismail Mustafa Ismail N Mursidi Nanang Suryadi Naskah Teater Nelson Alwi Nezar Patria NH Dini Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Ni’matus Shaumi Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nisa Ayu Amalia Nisa Elvadiani Nita Zakiyah Nitis Sahpeni Noor H. Dee Noorca M Massardi Nova Christina Noval Jubbek Novelet Nur Hayati Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurul Anam Nurul Hidayati Obrolan Oyos Saroso HN Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste PDS H.B. Jassin Petak Pambelum Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Puji Santosa Purnawan Basundoro Purnimasari Puspita Rose PUstaka puJAngga Putra Effendi Putri Kemala Putri Utami Putu Wijaya R. Fadjri R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R. Toto Sugiharto R.N. Bayu Aji Rabindranath Tagore Raden Ngabehi Ranggawarsita Radhar Panca Dahana Ragdi F Daye Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Renosta Resensi Restoe Prawironegoro Restu Ashari Putra Revolusi RF. Dhonna Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Ridwan Rachid Rifqi Muhammad Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Risa Umami Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rofiuddin Romi Zarman Rukmi Wisnu Wardani Rusdy Nurdiansyah S Yoga S. Jai S. Satya Dharma Sabrank Suparno Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman Yoga S Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sariful Lazi Saripuddin Lubis Sartika Dian Nuraini Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Indonesia Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sides Sudyarto DS Sidik Nugroho Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slamet Widodo Sobirin Zaini Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sreismitha Wungkul Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sugeng Satya Dharma Sugiyanto Suheri Sujatmiko Sulaiman Tripa Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Budiharto Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka Syarif Hidayatullah Syarifuddin Arifin Syifa Aulia T.A. Sakti Tajudin Noor Ganie Tammalele Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tharie Rietha Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Toko Buku PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Wahono Trisna Triyanto Triwikromo TS Pinang Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Uniawati Unieq Awien Universitas Indonesia UU Hamidy Viddy AD Daery Wahyu Prasetya Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Weni Suryandari Widodo Wijaya Hardiati Wikipedia Wildan Nugraha Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wisran Hadi Wowok Hesti Prabowo WS Rendra X.J. Kennedy Y. Thendra BP Yanti Riswara Yanto Le Honzo Yanusa Nugroho Yashinta Difa Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhis M. Burhanudin Yurnaldi Yusri Fajar Yusrizal KW Yusuf Assidiq Zahrotun Nafila Zakki Amali Zawawi Se Zuriati