Langsung ke konten utama

Kalsel Sebagai Negeri Bersyair

Frans
http://banjarmasinpost.co.id/

Perkembangan dunia sastra di Kalsel, saat ini bisa dibilang sangatlah mengesankan. Hal ini, tidak terlepas dari peran sastrawan yang ada di berbagaipenjuru Kalsel.

Bahkan pada saat Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) VI lalu, yang digelar di Marabahan Barito Kuala, disepakati Kalsel dicanangkan sebagai Negeri Bersyair.

Dalam waktu dekat, tepatnya pada 28 hingga 31 Oktober mendatang, beberapa satrawan bersama dengan budayawan Kalsel, akan mengikuti Temu Sastrawan Indonesia III di Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Sedikitnya, ada sembilan orang sastrawan termasuk budayawan Kalsel yang diundang untuk menghadiri pertemuan para sastrawan dari berbagai daerah di Indonesia ini.

Dari sembilan sastrawan juga budayawan yang diundang, empat orang sudah siap mengikuti acara tersebut. Mereka adalah Drs H Syarifuddin R, Hajriansyah, Sandi Firly, dan Sainul Hermawan.

Dalam acara Temu Sastrawan Indonesia III ini, akan digelar sebuah seminar. Seminar tersebut secara khusus membahas perkembangan dunia sastra di Indonesia pada umumnya, dan di daerah pada khususnya.

Selain seminar, juga akan digelar acara pentas seni, termasuk diantaranya pembacaan puisi oleh para sastrawan yang hadir pada acara tersebut.

Bukan hanya itu, karena Tanjung Pinang sudah ditetapkan sebagai Negeri Pantun, maka juga akan ada celoteh pantun, yang biasa ditampilkan untuk memulai atau mengakhiri acara.

Budayawan Kalsel yang akan mengikuti Temu Sastrawan Indonesia III, Drs H Syarifuddin R mengatakan, salah satu tujuan khusus mengikuti pertemuan ini adalah agar Kalsel, mengetahui kedudukan dan kegiatan yang akan dilakukan setelah Tanjung Pinang ditetapkan sebagai Negeri Pantun.

“Kita ingin melihat kedudukan dan kegiatan, setelah pertemuan tersebut, karena pada ASKS VI di Marabahan, Kalsel sudah disepakati sebagai Negeri Bersyair, ” ujarnya.

“Jadi jika Kalsel ditetapkan sebagai Negeri Bersyair, apa konsekuensiya, supaya ada tindakan nyata setelah bergelar Negeri Bersyair antinya,” tambahnya.

Temu Sastrawan Indonesia ini, merupakan agenda tahunan. Dan sebelumnya, sudah pernah digelar dua kali pertemuan. Pertama dilaksanakan di Yogyakarta, dan yang kedua di Bangka Belitung.

Komentar

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com