Langsung ke konten utama

Temu Sastrawan Bahas Sastra Indonesia Mutakhir

Yurnaldi
http://oase.kompas.com/

Ratusan sastrawan Indonesia, Kamis sampai Minggu (28-31/10/2010) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, membahas sastra mutakhir Indonesia dalam acara bertajuk Temu Sastrawan Indonesia III.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang selaku Kurator dan Panitia Pelaksana, Abdul Kadir Ibrahim mengatakan, selain ceramah umum dan seminar, juga digelar malam apresiasi pentas sas tra, forum dan bazar buku, penerbitan buku antologi sastra, bengkel sastra, dan wisata budaya.

“Sastra Indonesia mutakhir yang tumbuh subur akhir-akhir ini, nyaris tanpa kritik. Untuk membahas masalah ini, narasumber yang ditampilkan antara lain Prof Dr Budi Darma, Dr Katrin Bandel , Nanang Suryadi, Putu Wijaya, Akmal Nassery Basral, Dr Melani Budianta, Dr Keitch Foulcer, Dr Faruk HT, Prof Dr Hasanuddin WS Mhum, Dr Amien Sweeny, dan Drs Al Azhar,” katanya, Selasa (26/10/2010) di Jakarta.

Untuk Untuk mengakomodasi masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya (terutama dari kalangan guru, siswa dan mahasiswa) demi meningkatkan minat dan kemampuan mereka mengapresiasi atau mencipta karya sastra, panitia TSI III mengadakan kegiatan bengkel sastra. Kegiatan ini terdiri dari kelas puisi dan kelas cerpen. Masing-masing kelas dipandu oleh dua orang pemateri dengan anggota sekitar 20 orang/kelas.

Pemateri bengkel sastra yang dijadwalkan adalah Agus R. Sarjono (puisi), Joko Pinurbo (puisi), AS Laksana (cerpen), dan Hamsad Rangkuti (cerpen).

Abdul Kadir Ibrahim menjelaskan, wisata budaya dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan dan keindahan alam-budaya Kota Tanjungpinang khususnya dan Propinsi Kepulauan Riau umumnya. Tempat yang dijadwalkan dikunjungi ialah bekas pusat Kerajaan Melayu Riau-Johor-Pahang-Lingga di Hulu Sungai Carang dengan kawasan wisata hutan bakau (mangrove), peninggalan Tiong Hua berusia 300 tahun di Senggarang, dan Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah serta Pusat Oleh-Oleh Anjung Cahaya, Pulau Penyengat yang kaya dengan berbagai situs peninggalan Kerajaan Melayu-Riau, serta tempat makam Raja Ali Haji yang merupakan Pahlawan Nasional Bidang Bahasa Indonesia.

Komentar

Sastra-Indonesia.com

Media Ponorogo