Puisi-Puisi Heri Latief

http://sastra-indonesia.com/

Logika Terbalik

maksudnya nasi
bilangnya padi

kasus century
misteri, si tante sri pergi

Amsterdam, 25/05/2010



Bukan Sekedar Hayalan

orang pacaran mati
dirayu ombak laut selatan

Amsterdam, 23/05/2010



Bukan Cerita Bersambung

aku mulai merasa sudah tua, umurku 51 hampir 52, alhamdullilah. 28 tahun lamanya aku merantau ke barat, dan berintegrasi dengan cara setempat, tapi tak pernah aku bisa jadi seperti mereka. seleraku lain, aku di lahirkan di negeri panas nan ganas (rezimnya), sedangkan mereka sejak bulan mei 1945 (setelah perang dunia ke 2 selesai) sampai sekarang aman-aman aja dan makin kayaraya.

perang dunia ke 2 tak membuat mereka bangkrut, malahan mereka menyerang indonesia (1945-1949), padahal republik indonesia sudah ada sejak 17 agustus 1945.

memang betul, kehilangan indonesia yang paling mereka sesali, kerna alamnya yang cantik, bangsanya yang gampang dibentuk-ditekuk-tekuk dan punya mentalitas ambtenaar yang doyan korupsi.

Amsterdam, 23/05/2010



Perempuan Yang Berlawan

nyai ontosoroh namanya
kisah perempuan berhati besi
budak yang berani melawan kolonial sistem

sanikem, yang dulunya dijual ayahnya seharga 25 gulden itu
meradang, menggugat penjajah yang menghina kemanusiaan

salut untuk pramoedya ananta toer!

Amsterdam, 22/05/2010



Balada Akar Rumput Liar

kesucian kerna punya simbol kepercayaan?
manusia bergaya dengan segala macam cara
kemunafikan menutupi dosa sekarung
dan pahala dibeli di pameran materi

kesadaran kelas bukan kado dari langit
realitas ganas dalam pertentangan kelas
masalah kemiskinan di sistem yang salah
bukan kepasrahan yang takluk pada dogma

kebenaran dicari di laci emosi?
sisa bir tadi malam masih setengah gelas
diskusi politik dibatasi traumatisme
melupakan sejarah adalah dosa tak berampun

tetaplah semangat membela hak rakyat
semua ide keadilan datang dari bawah sana
dari gerakan akar rumput liar

Amsterdam, 20/05/2010



Panggung Pembantaian

thailand, kemana bermuara idenya perang sodara?
banjir darah demi kepentingan siapa boss?

rakyat marah berbaju merah
dan peluru sembunyi di gedung pencakar langit

rajanya diam seribu bahasa
tahta kerajaan didukung ekonomi perbudakan

di balik senyum pecandu yaba
cermin kepedihan yang sangat luar biasa

tragedi negeri seribu patung budha
jadi panggung pembantaian manusia

Amsterdam, 19/05/2010

Komentar