Langsung ke konten utama

Dialog Borneo-Kalimantan XI: Menjayakan Sastra di Bumi Etam

Sumber: Panitia Dialog Borneo-Kalimantan XI

Untuk pertama kalinya Kalimantan Timur akan menjadi tuan rumah dari sebuah acara pertemuan sastra internasional. Acara pertemuan sastra internasional ini bernama Dialog Borneo-Kalimantan XI. Dialog Borneo-Kalimantan sendiri merupakan suatu pertemuan sastra berkala yang pesertanya adalah lintasnegara satu pulau, yaitu pulau Borneo atau pulau Kalimantan. Pertemuan ini dilaksanakan tiap dua tahun sekali dengan bergiliran tempat penyelenggaraannya.

Mereka yang terlibat dalam perhelatan ini adalah para sastrawan dan karyawan dari tiga negara, yaitu Indonesia (meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat), Malaysia Timur (meliputi negara bagian Sabah, Sarawak, Miri, dan Labuan), serta Brunei Darussalam.

Beberapa sastrawan Kaltim juga pernah terlibat menghadiri dan menjadi pemakalah dalam acara Dialog Borneo-Kalimantan sebelumnya, di antaranya adalah Mugni Baharuddin (DBK VII di Sarawak, tahun 2003), Amien Wangsitalaja (DBK VIII di Sabah, tahun 2005), dan Korrie Layun Rampan (DBK IX di Brunei Darussalam, tahun 2007).

Perhelatan yang telah berlangsung sejak awal 90-an ini memang dilaksanakan secara bergilir tempat pelaksanaannya; dan beberapa kali berlangsung di wilayah Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Namun, baru tahun ini Kalimantan Timur siap menjadi tuan rumah.

Dialog Borneo-Kalimantan XI direncanakan akan berlangsung pada 5-7 Juli 2011 ini di Samarinda. Beberapa rangkaian acara akan mewarnai Dialog Borneo-Kalimantan XI ini. Di luar acara utamanya yang berupa seminar sastra, akan dilengkapi juga dengan acara tambahan berupa malam pementasan karya sastra dari berbagai wilayah dan negara serta peluncuran tiga buku sastra yang diterbitkan Panitia, yaitu buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia, Kalimantan dalam Prosa Indonesia, dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia. Ketiga buku ini dieditori oleh sastrawan Kaltim Korrie Layun Rampan.

Buku Kalimantan Timur dalam Sastra Indonesia memperlihatkan perjalanan sastra di Kaltim sejak lahirnya sastra Indonesia modern pada tahun 1946 di Kalimantan Timur. Buku ini merupakan vademecum atau ensiklopedi historis perjalanan sastra Indonesia di Kalimantan Timur. Memuat karya dari hampir seluruh sastrawan dan para pekerja sastra di daerah ini dari sastrawan tertua kelahiran tahun 1923 sampai yang termuda kelahiran 1994. Sementara buku Kalimantan dalam Prosa Indonesia dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia merupakan buku yang memperlihatkan eksistensi sastra Indonesia yang lahir dari para sastrawan Kalimantan dari empat provisi, terutama mereka yang masih giat berkiprah dan penuh antusiasme menulis karya prosa dan puisi hingga kini. Ketiga buku ini memang dipersiapkan penyunting untuk menyambut Dialog Borneo-Kalimantan XI.

Diharapkan acara pertemuan sastra antarnegara ini akan berlangsung dengan menarik dan menelorkan banyak gagasan untuk semakin berjayanya kehidupan sastra di bumi etam khususnya dan Borneo-Kalimantan pada umumnya.

“Kita berharap di dalam rangkaian acara DBK XI ini nanti akan terpetakan kondisi kehidupan bersastra di berbagai tempat di pulau Borneo-Kalimantan ini serta akan terbahaskan bagaimana jalan keluar untuk menjayakan kehidupan sastra di pulau ini dan bagaimana kekerjasamaan di bidang sastra dan budaya antarwilayah dan antarnegara di Borneo-Kalimantan dirumuskan,” tutur sastrawan Kaltim Amien Wangsitalaja mewakili Panitia.

Amien menambahkan, “Memang harus diakui, bahwa dalam percaturan sastra Indonesia secara nasional, geliat keberadaan sastrawan di Kalimantan belum terlalu mendapat pengakuan. Hal yang sama juga dialami oleh para sastrawan dan karyawan dari negeri Sabah, Sarawak, Miri, dan Labuan, yang posisinya masih dianggap minor oleh para sastrawan dan karyawan Semenanjung Malaysia. Kenyataan ini barangkali cukup menampar, tapi marilah menjadikannya sebagai cambuk agar ke depan bisa menjadi lebih baik. Dan Dialog Borneo-Kalimantan menjadi salah satu media untuk menjayakan sastra dan eksistensi diri para sastrawan di pulau ini.”

Acara Dialog Borneo-Kalimantan XI ini didanai oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur yang pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Acara akan dihadiri oleh para sastrawan dan karyawan dari Sabah, Sarawak, Labuan, Brunei Darussalam, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan sastrawan serta masyarakat pecinta sastra di Kalimantan Timur sendiri sebagai tuan rumah. Di luar itu akan diundang juga beberapa sastrawan/karyawan Malaysia (Semenanjung) dan Indonesia non-Kalimantan sebagai peninjau.
***

Komentar

Salam sastera, jika bisa, saya inginkan aturcara details utk majlis ini supaya senang untuk saya sebarkan ke Persatuan saya di Labuan. TQ.

PUstakapuJAngga.com

Sastra-Indonesia.com