Langsung ke konten utama

Bahasa Indonesia dan Komunitas ASEAN

Abu Amar Fauzi
http://www.surya.co.id/

Sudah saatnya beriopini cerdas terhadap posisi bahasa Indonesia di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang banyak terpengaruh oleh keberadaan dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Banyak masyarakat beranggapan bahasa Inggris bernilai jual tinggi dan memiliki posisi lebih strategis dari bahasa nasional kita. Memang tak salah memelajari bahasa Inggris. Yang salah adalah dengan memelajari bahasa baru tersebut kita terkesan mengabaikan bahasa sendiri. Dalam kaitannya dengan dinamika kebahasaan, situasi ini merupakan fenomena yang wajar. Fenomena ini di dalam kajian sosiolinguistik disebut sebagai fenomena diglossia dimana suatu bahasa tergeser oleh keberadaan bahasa lainnya karena bahasa yang satu dianggap memiliki prestige yang lebih tinggi daripada bahasa yang lainnya.

Meski belum banyak yang mengetahui, bahasa Indonesia telah dijadikan bahasa persatuan di Asia Tenggara. Setelah berbagai usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di forum ASEAN, akhirnya bahasa Indonesia diterima sebagai salah satu bahasa resmi yang akan digunakan dalam lembaga ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) atau Majelis Antarparlemen ASEAN. Hal ini penting dijadikan cacatan bahwa kita harus kembali menata jadi diri bangsa melalui bahasa. Masyarakat di kawasan ASEAN saja bangga berbahasa Indonesia sebagai bahasa formal, kenapa kita harus malu dan cenderung mengabaikan bahasa sendiri dalam masyarakat?

Diambil dari berbagai sumber mengenai beberapa negara di dunia yang mengajarkan bahasa Indonesia. Sekitar 45 negara telah mengajarkan bahasa Indonesia dalam sistem kurikulum pendidikan mereka di antaranya Australia, Amerika Serikat, Vietnam, Jepang dan Kanada. Di Australia, bahasa Indonesia mendapat tempat istimewa sebagai bahasa popular keempat. Di negeri kanguru tersebut, sekitar 500 sekolah dasar mengajarkan bahasa Indonesia. Negara di kawasan ASEAN yang paling gencar mempromosikan bahasa Indonesia adalah Vietnam.

Di Vietnam, bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang dipriotitaskan. Bahkan di negara yang berpenduduk 85.238.000 ini, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam.

Di negara matahari terbit, di tingkat perguruan tinggi, bahasa Indonesia ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan maupun sebagai kajian mendapatkan gelar kesarjanaan S1 maupun S2. Sekitar 20 perguruan tinggi di Jepang yang menawarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan. Sedang beberapa universitas lainnya menawarkan program kajian bahasa Indonesia adalah Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Setsunan, dan Universitas Sango Kyoto. Fakta di atas memberikan bukti yang jelas bahwa bahasa Indonesia memiliki peran dan posisi strategis dalam komunikasi resmi baik di kawasan ASEAN maupun wilayah regional Benua Asia.

Masih dalam momen hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-66, mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran kita untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang bergema di negaranya sendiri bahkan di kawasan ASEAN dan ASIA secara menyeluruh. Seiring dengan peran Indonesia sebagai ketua ASEAN, pemerintah harus lebih giat lagi memperbaiki sistem pendidikan yang berkaitan dengan pengajaran bahasa khususnya bahasa Indonesia agar bahasa Indonesia lebih popular daripada bahasa asing lainnya di Indonesia. Hal ini sangat penting karena bahasa Indonesia akan menjadikan Indonesia lebih bermartabat di dalam komunikasi dan pergaulan internasional.

*) Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, Universitas Negeri Malang
amarabu7@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Sufi dalam Syair Perahu

Mahdi Idris *
http://blog.harian-aceh.com/

SASTRA menurut Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan atau kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Dalam bahasa Arab, sastra disebut Al-Adab, yang berarti perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa.

Fungsi Sosial Karya Sastra

Dr Junaidi
http://www.riaupos.com/

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan.

Kasus korupsi dan penyelewengan lainnya merupakan akibat dari kekuasaan yang terlepas dari kontrolnya. Disebabkan adanya potensi penyeleuangan itulah kekuasaan itu perlu dikontrol oleh masyarakat dengan cara menyampaikan kritikan kepada pihak penguasa. Meskipun peran kontrol terhadap kekuasaan telah diberikan kepada lembaga-lembaga tertentu yang ditetapkan melalui undang-undang, peran k…

Puisi “Anak Laut” Asrul Sani (1927-2004)

Taufiq Ismail *
http://www.gatra.com/

KARYA Asrul Sani paling berkesan yang pertama kali saya baca adalah Anak Laut, 52 tahun silam. Ketika itu saya pelajar SMAN Bogor kelas satu, langganan setia perpustakaan Gedung Nasional di seberang Kebun Raya.

Empat baris awal puisi itu indahnya terasa seperti sihir kata-kata: Sekali ia pergi tiada bertopi/ Ke pantai landasan matahari/ Dan bermimpi tengah hari/ Akan negeri di jauhan. Impresi memukau lukisan alam puitik itu berlanjut hingga hari ini, seperti tak habis-habisnya. Di perpustakaan itu pula saya menemukan majalah Zenith dan pertama kali membaca esai-esai Asrul yang jernih, cerdas, dan cantik, kini terkumpul dalam Surat-surat Kepercayaan (1997, 708 halaman).