Langsung ke konten utama

Derai Asa dalam Api Kehidupan

Judul buku : Perahu Waktu
Pengarang : Supaat I. Lathief
Penerbit : Araska
Tahun terbit : September 2012 (Cetakan I )
Ukuran buku : 13,5×20,5
Jumlah halaman : 192 lembar
Peresensi: Lynglieastrid Isabellita




Madun yang terlahir di desa Woh. Desa Yangasri dan penuh ketenangan hidup. Tapi ketika Madun beranjak remaja, ia diajak keluarganya untuk pindah ke Desa Madulegi. Desa yang terletak di pinggiran kota Lamongan. Desa ini berada di pinggir jalan raya, tentu saja semua keadaan akan sangat jauh berbeda. Ketentraman, kedamaian, kenyamanan akan jauh tak bisa didapat.


Madun lelaki desa yang ingin sukses berjuang menghadapi lika liku kehidupannya. Kota Malang adalah tujuan untuk mewujudkan cita-citanya. Kegancarannya dalam menjalankan rutinitas kehidupan yang bisa dibilang berat. Gemerlap kota telah menemukannya dengan seorang wanita. Ina Farisa namanya. Mulailah ia beradu kasih dengan Ina. Tanpa Madun meminta restu kepada orangtuanya pernikahan pun terjadi.

“Saya mohon maaf, Pak. Bapak dan ibu saya sudah tua. Saya jadi tak tega untuk membawa mereka datang jauh-jauh kemari. Dalam agama, pernikahan selain ada pengantin laki-laki dan perempuan, hanya dibutuhkan wali dari pihak perempuan dan saksi. Jadi saya mohon maaf kalau orang tua saya hanya saya kabari dan merestui.” Selesai pernikahan pun Madun membawa Ina ke rumah orang tuanya. Akakah Madun mendapat restu orang tuanya?

Kelayakan hidup semakin Madun dapatkan. Selain menjadi sarjana Psikologi tiga buah hati menemani hidup Madun dan Ina. Kemajuan ekonomi membuat Ina lupa akan tugas dan janjinya sebagai seorang ibu. Kebohongan, pertengkaran sering terjadi. Ina mulai berdusta. Mungkinkah rumah tangga mereka bisa dipertahankan? akankah kesabaran dan kecerdasan Madun bisa mengubah segala takdir yang terjadi dalam kehidupan keluarganya?

Novel yang berjudul Perahu Waktu dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan remaja. Dimulai dari pembukaan cerita penutup cerita sudah layak karena dari satu cerita ke ceritalainnya tidak bertele-tele atau menyambung. Dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak pembaca untuk berfikir akhir dari cerita novel itu.

Pengarang memberikan efek emosional dan rasa penasaran yang tinggi, membuat seorang termotifasi bahkan terhibur. Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum mudah mengerti, khususnya para remaja mudah mengerti dan memahami isi novel dengan baik. Bahasa yang digunakan pun tidak berbelit-belit dan tidak mendayu-dayu.

Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca. Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang lain bisa membuat penasaran para pembaca, para pembaca ingin cepat menyelesaikan membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita. Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita. Yang terdiri dari bermacam-macam konflik, sehingga konflik dalam novel ini menarik.

Buku ini terdiri dari 11 bab. Pada setiap bab cerita pun tidak terlalu panjang sehingga tidak membosankan para pembaca. Dan pada setiap bab memiliki konflik yang berbeda beda. Klimaks yang dimiliki setiap bab membuat pembaca semakin penasaran. Setiap bab memiliki judul yang menarik. Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat remaja. Khususnya remaja SMA dan Mahasiswi untuk lebih mengasah kemampuan dan meningkatkan kemauan belajar. Menyadarakan mereka untuk lebih mengerti betapa pentingnya masa depan. Dan agar tidak salah mengambil langkah, berfikir dua kali untuk melakukan tindakan. Mungkin mereka bisa belajar dari membaca konflik-konflik yang ada di novel ini. Dan kesadaran akan bahwa kemewahan tak akan selamanya membuat kita lebih maju. Banyak hal yang layak dan penting untuk kita timba dan renungkan.

Cover (sampul) novel sangat menarik, perwatakan tokoh mudah dimengerti. Membaca novel ini sangat menyenangkan. Kecerdasan Karmin yang menular kepada anaknya Madun membuat kita bisa belajar dari kehidupannya. Hidup mandiri, semangat yang pantang menyerah dapat memberikan kita sebuah pelajaran yang amat berarti. Melihat keharmonisan di awal pernikahan Madun dan Ina kadang membuat kita iri. Suka dan duka bercampur menjadi satu dalam novel ini. Tapi tampilan bagian dalam novel biasa-biasa saja. Banyak hal yang dapat kita timba dari membaca novel Perahu Waktu ini.

Peristiwa- peristiwa dalam novel ini dapat membuat kita sadar, bahwa “betapa pentingnya hidup ini, jangan hanya karena gengsi kamu masuk dalam lubang yang salah” secerdas apapun kita, sekuat apapun tekad kita untuk merubah watak seseorang tak akan ada yang mampu merubah ciptaan Tuhan kecuali diri kita sendiri dan tuhan yang menghendakinya.

Membaca perahu waktu ini seakan saya berada dalam perahu yang terombang ambing oleh ombak. Konflik membuat resah, gelisah dan hati yang sering berdebar di ulas dengan konflik yang apik dan melegakan. Banyak pelajaran yang mungkin dapat merubah kita untuk lebih peduli terhadap garis kehidupan. Tetapi kecerdasan bisa kita rubah tapi watak tak ada yang mampu merubahnya.

Dijumput dari: http://lyngliieastrid.blogspot.com/2012/11/resensi-novel-perahu-waktu.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sastra Sufi dalam Syair Perahu

Mahdi Idris *
http://blog.harian-aceh.com/

SASTRA menurut Luxemburg didefinisikan sebagai ciptaan atau kreasi yang merupakan luapan emosi dan bersifat otonom. Dalam bahasa Arab, sastra disebut Al-Adab, yang berarti perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa.

Fungsi Sosial Karya Sastra

Dr Junaidi
http://www.riaupos.com/

Realitas sosial yang kita hadapi sering tidak sesuai dengan harapan orang kebanyakan orang.
Ketidaksesuaian realitas dengan harapan cenderung menimbulkan ketidakpuasan dan rasa ketidakpuasan itu mendorong orang untuk melakukan tindakan yang bersifat kontra terhadap realitas, misalnya dengan melakukan demonstasi kepada para pemimpin, penguasa, pejabat, anggota dewan, dan manajemen perusahaan. Bahkan ada teori yang menyatakan bahwa kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa cenderung menyimpang dari ketentuan yang berlaku akibat syahwat kekuasaan sering sulit untuk dikendalikan.

Kasus korupsi dan penyelewengan lainnya merupakan akibat dari kekuasaan yang terlepas dari kontrolnya. Disebabkan adanya potensi penyeleuangan itulah kekuasaan itu perlu dikontrol oleh masyarakat dengan cara menyampaikan kritikan kepada pihak penguasa. Meskipun peran kontrol terhadap kekuasaan telah diberikan kepada lembaga-lembaga tertentu yang ditetapkan melalui undang-undang, peran k…

Puisi “Anak Laut” Asrul Sani (1927-2004)

Taufiq Ismail *
http://www.gatra.com/

KARYA Asrul Sani paling berkesan yang pertama kali saya baca adalah Anak Laut, 52 tahun silam. Ketika itu saya pelajar SMAN Bogor kelas satu, langganan setia perpustakaan Gedung Nasional di seberang Kebun Raya.

Empat baris awal puisi itu indahnya terasa seperti sihir kata-kata: Sekali ia pergi tiada bertopi/ Ke pantai landasan matahari/ Dan bermimpi tengah hari/ Akan negeri di jauhan. Impresi memukau lukisan alam puitik itu berlanjut hingga hari ini, seperti tak habis-habisnya. Di perpustakaan itu pula saya menemukan majalah Zenith dan pertama kali membaca esai-esai Asrul yang jernih, cerdas, dan cantik, kini terkumpul dalam Surat-surat Kepercayaan (1997, 708 halaman).