Jumat, 10 September 2010

Oka Rusmini Makin Menjadi

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Sejak terbitnya novel Tarian Bumi sebagai cerber Harian Republika, Oka Rusmini menjadi daya tarik sastra Indonesia. Kerenanya Taufiq Ismail dengan Horison Sastra Indonesia memasukkan nukilan novel ini di dalam Kitab Nukilan Novel, Horison Sastra jilid ke III.

Dia mewakili 41 novelis Indonesia yang karyanya dicuplik di dalam buku ini, bersamaan dengan Panji Tisna dan Putu Wijaya. Namun, Tarian Bumi bukanlah novel pertamanya. Saat dia masih duduk di bangku SMA, dai menulis novel berjudul Gurat-Gurat, di muat sebagai cerber di Bali Post tempat dia kemudian bekerja sebagai redaktur.

Novel ini sempat menimbulkan protes karenanya dia memangkasnya dan kemudian mengembangkannya menjadi novel yang kemudian dimuat sebagai cerber di Harian Koran Tempo dengan judul Kenanga yang kemudian diterbitkan oleh Grasindo (2003). Mungkin nasibnya tidak seburuk yang menimpa Wayan Artika yang cerbernya berjudul Incest dimuat sebagai cerber di Koran Bali Post. Dia mendapat protes dari warga kampungnya dan sempat dikucilkan bahkan sampai minta perlindungan polisi. Justru karena peristiwa ini novelnya diterbitkan di Yogyakarta sampai mengalami cetak ulang. Bencana membawa berkah.

Pada ultahnya yang ketiga puluh, 11 Juli 1997, dia menerbitkan kumpulan puisi berjudul Monolog Pohon yang disunting oleh Arief Bagus Prasetyo, seorang pelukis, penyair, esais dan kelak malah menjadi penerjemah handal. Pada saat itu saya menulis cerpen Dayu dan Kisah Cintanya. Dalam cerpen tersebut saya bertanya: Setelah berhasil menyunting kumpulan puisinya, apakah dia akan berhasil menyunting penyairnya? Ternyata Oka Rusmini menikah dengan Arief, keluar dari lingkungan brahmana dan bersedia menjadi seorang mualaf.

Serial Tarian Bumi

Novel Tarian Bumi tak berhenti pada kisah tentang keluarga Ida Ayu Pidada. Dia nampaknya ingin memuaskan diri dengan sebuah novel pendek yang dimuat dalam kumpulan cerpen Sagra.

Sagra sendiri sebagai novelette dapat menyalurkan keinginannya berkisah yang tak selesai di Tarian Bumi. Satu novel dan satu novelette ini telah berhasil mengangkat Fabiola Kurnia, dosen Universitas Negeri Surabaya mencapai gelar doktornya di UI. Promotornya Prof Dr Sapardi Djoko Damono dan Prof Dr Melani Budianta menganggap desertasinya bagus. Nampalnya Oka tidak puas mengobrak-abrik keluarga Ida Ayu Pidada. Dia sudah menulis Kenanga. Jadi Kenanga (Gurat-Gurat) Tarian Bumi,dan Sagra,semacam Saga, kisah keluarga sebagaimana ditulis dalam novel Inggris beberapa jilid berjudul Forsythe Saga.

Tempurung

Novel Tempurung merupakan novelnya yang baru terbit (Grasindo), walau pun novel tersebut sudah disiarkan sebagai cerbung di sebuah harian yang terbit di Jakarta (2004). Apakah yang menarik dari tempurung? Tentu saja pertama judulnya kok aneh. Lalu ilustrasi sampul dan dalam yang seluruhnya dikerjakan oleh seniman luar negeri Wolfgang Widmoser.

Namun lebih menarik lagi adalah caranya bercerita. Pertama, novel ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni Penjaga Warung yang terdiri dari 8 sub bagian, lalu Tuhan untuk Lelaki yang terdiri dari 12 sub bagian, dan Rumah Perkawinan yang hanya terdiri dari satu bagian, padahal bab ini panjangnya hampir 200 halaman. Pasti melelahkan membaca bab demikian panjang.

Sub bab satu dari bab Satu berjudul Kecombrang. Oka tidak bercerita tentang tokoh manusia tetapi tetang tanaman yang bernama Latin Nicolaia Spesiosa. Dia bercerita tentang kecombrang yang terletak di jendela kamarnya sambil mendengarkan Frank Sinatra yang melantunkan lagu “Have you met Miss Jones”. Begitu senangnya Oka dengan lagu ini sampai seluruh lirik lagu itu dikutipnya. Lalu apa hubungannya kecombrang dengan Oka?

Dia bertanya “Bagaimana kalau aku berdansa dengan Frank Sinatra atau kecombranngku?”

Dia bingung memilih antara keduanya karena keduanya sudah menjadi ritus paginya. Baginya lelakinya harus menarik seperti kecombrang dan Frank Sinatra.

Di dalam smsnya dia menatakan bahwa Tempurung ditulis tanpa memakai pakem tertentu. Mungkin yang dia maksud adalah pakem konvensional gaya Aristoteles, walaupun kita merasa bahwa ada awal dan ada akhir. Selain itu, secara tak sadar dia telah terpengaruh pakem budayanya. Lho, kayak apa? Sebentar saya jelaslan.

Pertama saya ingin memuji kelebihannya dalam bercerita. Setiap akhir sub bab dia menyebut tokoh baru, yang dengan segera diperkenalkan dan diperdalam pada sub bab berikutnya.

Beritu terus menerus sehingga cerita berlanjut. Waktu dia menyebut bahwa dia tak mengenal sosok yang dia sebut Mamah pada akhir subbab, maka dia menindak-lanjutinya pada sub bab berikutnya. Kita merasa terhanyut dengan cara berceritanya yang runut ini.

Soal pakem budaya yang secara tak sadar dianutnya adalah budaya Bali yang menyukai keindahan.

Orang Bali menciptakan keindahan, untuk dinikmati banyak orang, namun pada akhirnya semua berakhir jadi abu. Misalnya ogoh2 yang dibuat dengan susah payah dan dengan biaya puluhan juta, setelah diarak berkeliling kota harus berakhir dengan dibakar. Demikian pula dalam upacara pelebon (ngaben).

Semua perangkat pelebon, termasuk Naga Banda karya I Gusti Nyoman Lempad yang dibuat untuk pelebon raja Ubud tahun 1975 setelah diarak ke setra (kubur), menghibur banyak orang termasuk pelukis Affandi dan sejumlah kamerawan film, akhirnya harus dibakar dan jadi abu. Demikian pula dengan novel ini, yang disusun dengan indah, harus diakhiri dengan peristiwa Sipleg yang membakar Ida Ayu Pidagda KRGbukan Pidada tokoh dalam Tarian Bumi dan serialnyaKRG.

Semua harus jadi abu. Sipleg pada hal 457 dsb diceritakan diajak Maya untuk membakar Ida Ayu Pidagda. Maya setelah membakar rumah mereka berkata: “Aku punya rahasia, aku telah mengubur ibuku dengan api. Ini semua demi kebaikan kita Sipleg.” Tak percaya, sebaiknya baca sendiri bisa lebih asyik.***

* Sunaryono Basuki Ks, novelis, tinggal di Singaraja, Bali.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Hana N.S A. Kohar Ibrahim A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi A.S. Laksana Aa Aonillah Aan Frimadona Roza Aba Mardjani Abd Rahman Mawazi Abd. Rahman Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wahab Abdullah Alawi Abonk El ka’bah Abu Amar Fauzi Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adhimas Prasetyo Adi Marsiela Adi Prasetyo Aditya Ardi N Ady Amar Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R Sarjono Agus R. Subagyo Agus S. Riyanto Agus Sri Danardana Agus Sulton Ahda Imran Ahlul Hukmi Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad S Rumi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhudiat Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alfian Zainal Ali Audah Ali Syamsudin Arsi Alunk Estohank Alwi Shahab Ami Herman Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Machmud NS Anam Rahus Anang Zakaria Anett Tapai Anindita S Thayf Anis Ceha Anita Dhewy Anjrah Lelono Broto Anton Kurniawan Anwar Noeris Anwar Siswadi Aprinus Salam Ardus M Sawega Arida Fadrus Arie MP Tamba Aries Kurniawan Arif Firmansyah Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Aris Kurniawan Arman AZ Arther Panther Olii Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha Arya Winanda Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Asrul Sani (1927-2004) Awalludin GD Mualif Ayi Jufridar Ayu Purwaningsih Azalleaislin Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bagus Fallensky Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni Setia Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brillianto Brunel University London BS Mardiatmadja Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerpen Chamim Kohari Chrisna Chanis Cara Cover Buku Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dad Murniah Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Dana Gioia Danang Harry Wibowo Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hardiana Dian Hartati Diani Savitri Yahyono Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Djasepudin Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi AH Iyubenu Edi Sarjani Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eduardus Karel Dewanto Edy A Effendi Efri Ritonga Efri Yoni Baikoen Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Endarmoko Eko Hendri Saiful Eko Triono Eko Tunas El Sahra Mahendra Elly Trisnawati Elnisya Mahendra Elzam Emha Ainun Nadjib Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Etik Widya Evan Ys Evi Idawati Fadmin Prihatin Malau Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faiz Manshur Faradina Izdhihary Faruk H.T. Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fauzi Absal Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fitri Yani Frans Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Gde Agung Lontar Gerson Poyk Gilang A Aziz Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gus TF Sakai H Witdarmono Haderi Idmukha Hadi Napster Hamdy Salad Hamid Jabbar Hardjono WS Hari B Kori’un Haris del Hakim Haris Firdaus Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hazwan Iskandar Jaya Hendra Makmur Hendri Nova Hendri R.H Hendriyo Widi Heri Latief Heri Maja Kelana Herman RN Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Firyansyah Herry Lamongan Hudan Hidayat Hudan Nur Husen Arifin I Nyoman Suaka I Wayan Artika IBM Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Q. Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indiar Manggara Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahjadi Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irwan J Kurniawan Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Norman Iskandar Saputra Ismatillah A. Nu’ad Ismi Wahid Iswadi Pratama Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.J. Ras J.S. Badudu Jafar Fakhrurozi Jamal D. Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jemie Simatupang JILFest 2008 JJ Rizal Joanito De Saojoao Joko Pinurbo Jual Buku Paket Hemat Jumari HS Junaedi Juniarso Ridwan Jusuf AN Kafiyatun Hasya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Key Khudori Husnan Kiki Dian Sunarwati Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Kris Razianto Mada Krisman Purwoko Kritik Sastra Kurniawan Junaedhie Kuss Indarto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L.K. Ara L.N. Idayanie La Ode Balawa Laili Rahmawati Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayanie Lukman Asya Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Raudah Jambak M. Ady M. Arman AZ M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Makmur Dimila Mala M.S Maman S. Mahayana Manneke Budiman Maqhia Nisima Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Mariana Amiruddin Marjohan Martin Aleida Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Mathori A. Elwa Media: Crayon on Paper Medy Kurniawan Mega Vristian Melani Budianta Mikael Johani Mila Novita Misbahus Surur Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohammad Cahya Mohammad Eri Irawan Mohammad Ikhwanuddin Morina Octavia Muhajir Arrosyid Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun A.S Multatuli Munawir Aziz Muntamah Cendani Murparsaulian Musa Ismail Mustafa Ismail N Mursidi Nanang Suryadi Naskah Teater Nelson Alwi Nezar Patria NH Dini Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Ni’matus Shaumi Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nisa Ayu Amalia Nisa Elvadiani Nita Zakiyah Nitis Sahpeni Noor H. Dee Noorca M Massardi Nova Christina Noval Jubbek Novelet Nur Hayati Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurul Anam Nurul Hidayati Obrolan Oyos Saroso HN Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste PDS H.B. Jassin Petak Pambelum Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Puji Santosa Purnawan Basundoro Purnimasari Puspita Rose PUstaka puJAngga Putra Effendi Putri Kemala Putri Utami Putu Wijaya R. Fadjri R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R. Toto Sugiharto R.N. Bayu Aji Rabindranath Tagore Raden Ngabehi Ranggawarsita Radhar Panca Dahana Ragdi F Daye Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Renosta Resensi Restoe Prawironegoro Restu Ashari Putra Revolusi RF. Dhonna Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Ridwan Rachid Rifqi Muhammad Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Risa Umami Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rofiuddin Romi Zarman Rukmi Wisnu Wardani Rusdy Nurdiansyah S Yoga S. Jai S. Satya Dharma Sabrank Suparno Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman Yoga S Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sariful Lazi Saripuddin Lubis Sartika Dian Nuraini Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Indonesia Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sides Sudyarto DS Sidik Nugroho Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slamet Widodo Sobirin Zaini Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sreismitha Wungkul Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sugeng Satya Dharma Sugiyanto Suheri Sujatmiko Sulaiman Tripa Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Budiharto Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka Syarif Hidayatullah Syarifuddin Arifin Syifa Aulia T.A. Sakti Tajudin Noor Ganie Tammalele Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tharie Rietha Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Toko Buku PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Wahono Trisna Triyanto Triwikromo TS Pinang Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Uniawati Unieq Awien Universitas Indonesia UU Hamidy Viddy AD Daery Wahyu Prasetya Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Weni Suryandari Widodo Wijaya Hardiati Wikipedia Wildan Nugraha Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wisran Hadi Wowok Hesti Prabowo WS Rendra X.J. Kennedy Y. Thendra BP Yanti Riswara Yanto Le Honzo Yanusa Nugroho Yashinta Difa Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhis M. Burhanudin Yurnaldi Yusri Fajar Yusrizal KW Yusuf Assidiq Zahrotun Nafila Zakki Amali Zawawi Se Zuriati