Tujuh Sastrawan Sumut ke TSI III Tanjungpinang

http://www.hariansumutpos.com/

Sebanyak 200 sastrawan Indonesia dari berbagai daerah akan berkumpul di Kota Tanjungpinang dalam acara Temu Sastra Indonesia (TSI) Ke-III 2010 untuk mengikuti seminar Sastra Indonesia Mutakhir, 6-10 Oktober mendatang.

Dari Medan atau Sumatera Utara, panitia mengundang tujuh sastrawan untuk mengikuti perhelatan akbar tersebut. Mereka adalah Idris Pasaribu, Thompson HS, Hasan Al Banna, Suyadi San, M Raudah Jambak, Panda MT Siallagan, dan Zulkarnain Siregar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim MT baru-baru ini menjelaskan, perhelatan akbar sastrawan itu merupakan upaya meningkatkan kualitas karya sastra Indonesia ke arah yang lebih modern. Penetapan jumlah sastrawan 200 orang merupakan hasil keputusan rapat antara kurator dengan pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang diwakili Kadisbudpar yang berlangsung di Yogyakarta baru-baru ini.

Menurut Akib, panggilan Abdul Kadir Ibrahim, dalam waktu dekat Pemerintah Kota Tanjungpinang selaku penyelenggara Temu Sastra Indonesia 2010 akan mengundang resmi para sastrawan sebagai peserta. Mereka akan diundang langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan, yang juga terkenal sebagai penyair.

Peserta yang akan diundang perwakilan Aceh Nanggroe Darussalam adalah lima orang, Sumut tujuh orang, Sumbar 10 orang, Riau delapan orang, Sumsel enam orang, Bengkulu dua orang, Jambi lima orang, Bangka Belitung enam orang, Lampung tujuh orang, Banten enam orang, DKI Jakarta 16 orang, Jawa Barat sembilan orang, Jawa Tengah 12 orang, Jogyakarta 15 orang, Jawa Timur 12 orang, Bali 10 orang, NTB tiga orang, NTT delapan orang, Kalimantan 12 orang, Sulawesi 11 orang, Maluku enam orang, dan Papua satu orang. Seterusnya, perwakilan dari delapan kabupaten/ kota se-Provinsi Kepulauan Riau pasti diundang.

Secara khusus, Pemerintah Kota Tanjungpinang dipastikan mengundang sastrawan asal Kepulauan Riau. Antara lain Sutardji Calzoum Bachri (Presiden Penyair Indonesia), Rida K Liamsi, dan Hasan Junus. Akib mengungkapkan, TSI pertama 2008 diselenggarakan oleh Pemerintah Jambi dan kedua pada tahun 2009 di Bangka Belitung.

Untuk TSI ke-3 tahun 2010 di Kota Tanjungpinang, para kurator telah menetapkan tema “Sastra Indonesia Mutahir, Kritik dan Keragaman.” Akan hadir sebagai pemakalah: Budi Dharma, Gunawan Muhammad, Sapardi Djoko Damono, Hasanuddin WS, dan Al Azhar, Melani Budianta, Faruq HT, Keitch Foulcer, Halim HD, dan Asep Sambodja.

Pemakalah nantinya dibagi empat kelompok, yaitu Budi Dharma, Gunawan Muhammad, dan Sapardi untuk membahas topik Sastra Indonesia Mutahir. Kemudian Hasanuddin, Al Azhar, membahas “Tinjauan Sastra Indonesia dari aspek Kemelayuan dan Keindonesiaan”. Lalu, Melani Budianta, Faruq HT, Keitch Poulcer dengan bahasan “Teks Sastra Indonesia Mutahir.” Terakhir, Halim HD dan Asep Sambodja membicarakan “Fenomena Sastra Indonesia”.

Akib menambahkan, di samping seminar, turut diadakan pentas sastra untuk baca puisi dan visualisasi puisi. Bengkel sastra pun akan ditampilkan khusus bagi pelajar di Tanjungpinang, tetapi jumlah peserta dibatasi hanya 20 orang.

Akib berharap, Pemerintah Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah TSI 2010 mengharapkan hasil pertemuan itu dapat mengantar sastra Indonesia menjadi lebih modern dan mutakhir. (net/rel/pms)

Komentar