Langsung ke konten utama

Sapardi Bicara Keindonesiaan di Bandung

Anwar Siswadi
http://www.tempointeraktif.com/

Penyair Sapardi Djoko Damono bicara tentang keindonesiaan di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 20 Mei 2011. Diskusi di Gedung Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia itu mengiringi acara peluncuran buku terbaru Sapardi.

Buku berjudul Mengapa Kesatria Memerlukan Punakawan itu berisi kumpulan esai Sapardi tentang keindonesiaan. Dalam diskusi yang digelar Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta dan Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Bandung, itu Sapardi mengambil tema khusus terkait seni, budaya, dan sastra. Awalnya, ia mempertanyakan kesenian Indonesia di antara kesenian asing dan tradisi.

Untuk membedakan kesenian asing dan tradisi, Sapardi mengambil contoh musisi jazz Indra Lesmana dengan penari Jawa Retno Maruti. Namun, kesenian Indonesia berasal dari kesenian asing dan tradisi. "Kebudayaan kalau berdampingan akan terus bertengkar. Dari pertengkaran itu lahir Indonesia," ujarnya.

Sapardi juga menilai kebudayaan Indonesia seperti sastra dan musik itu paling hibrid di Asia Tenggara sehingga paling bagus. Oleh karena itu, ada negara lain yang mau mencuri, semisal Reog Ponorogo. "Kalau ada yang ingin mencuri, berarti punya kita paling hebat," katanya.

Pembicara lainnya dalam diskusi itu, Jacob Sumardjo, melihat kebudayaan dari sebelum negara Indonesia muncul. Masyarakat yang hidup berkelompok menjadi bangsa dan negara, lama-lama saling tukar-menukar bahasa dan budaya.

Diskusi yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional itu diawali permainan lagu keroncong. Permainan keroncong itu ditujukan untuk mengingat wafatnya Gesang.

Komentar

Sastra-Indonesia.com

Media Ponorogo