Sabtu, 07 Februari 2009

Novel Erotik yang Istimewa

Djoko Pitono*
http://www.jawapos.com/

''Dan Connie seperti dilamun ombak laut, dilamun ombak laut yang bergerak pasang dan surut, turun naik dengan gelombang yang besar, sehingga perlahan kegelapan menelannya, dan dia menjadi lautan yang menggerakkan seluruh tubuhnya.Ah, jauh di bawah, palung-palung terkuak, bergulung, terbelah di sepanjang rekahan panjang...''

Tak ada rasanya pengarang secanggih David Herbert Lawrence (1895-1930) dalam melukiskan suasana erotik di dalam karya novelnya. Begitu piawai pengarang Inggris ini memainkan kata-kata, sehingga seorang Goenawan Mohamad pun mengaku tak sanggup menerjemahkan seluruh pasase tersebut.

Kisah dalam novel ini menceritakan seorang wanita muda, Constance (Lady Chatterley), istri Clifford Chatterley, yang lumpuh dan menjadi impoten akibat luka-lukanya dalam Perang Dunia I. Perasaan sepi dan rasa frustrasi dalam hidupnya pelan-pelan terobati setelah ia mulai dekat dengan seorang penjaga hutan, Oliver Mellors, yang bekerja pada suaminya. Tugas penjaga hutan itu antara lain adalah melepas burung-burung yang akan dijadikan sasaran tembak majikannya.

Hubungan Connie dan Mellors pada mulanya memang hubungan antara majikan dengan pembantu. Namun lama-lama hubungan itu menjadi hubungan romantis setelah Connie sering mengunjungi pria itu di gubuknya di pinggir hutan. Isyarat dari Connie pun disambut Mellors, mantan tentara yang telah empat tahun menjauhkan diri dari sang istri yang kasar.

Membaca novel ini, pembaca diajak menikmati momen-momen erotis di berbagai bagian. Berbagai penerbit di Inggris menolak menerbitkannya. Tampaknya ini terkait dengan banyaknya penggunaan kata yang dinilai jorok, terutama fuck. Faktor kedua adalah adanya jurang perbedaan kelas sosial tokoh utamanya, seorang wanita ningrat dan seorang pria pekerja kasar.

Namun Lawrence kemudian menemukan sebuah penerbit kecil di Florence, Italia, pada 1928. Novel ini lalu menyebar ke Amerika Serikat dan Eropa, menimbulkan kehebohan. Banyak orang membajak novel ini, menerbitkan secara diam-diam. Di Inggris sendiri novel ini baru terbit di Inggris pada 1960, setelah sidang pengadilan memutuskannya sebagai karya bukan porno. Berbagai negara seperti Amerika, Australia, dan India sebelumnya juga melarang peredaran novel ini.

Ada tiga versi novel ini. Satu saat Lawrence memberi judul novelnya Tenderness dan membuat perubahan di sana-sini dari naskah aslinya. Namun setelah itu, Lady Chatterley's Lover diterbitkan di berbagai negara, termasuk diadaptasi ceritanya untuk radio, film, televisi, dan teater. Radio BBC, misalnya, menyiarkan adaptasi novel ini pada September 2006. Sutradara Prancis Pascale Ferran juga membuat filmnya pada 2006.

Beragam Hubungan

Novel ini memang fenomenal, dengan cinta dan hubungan pribadi sebagai tema-tema yang menyatukan jalinan kisahnya. Pengarang dengan segala kepiawaiannya mengeksplorasi beragam jenis hubungan antarmanusia. Di satu momen, kita dihadapkan pada tokoh seperti Tommy Dukes. Laki-laki ini dilukiskan sebagai orang yang tidak bisa menemukan pasangan karena tak ada perempuan yang dianggapnya sepadan secara intelektual. Pada momen lain, ada hubungan yang penuh onak dan duri seperti Mellors dan istrinya Bertha Coutts, seorang perempuan yang kasar tingkah lakunya. Secara psikis dan seksual, Mellors merasa hubungannya dengan Bertha adalah sebuah mimpi buruk.

Hubungan Clifford dengan Nyonya Bolton juga menarik. Setelah hubungan dengan istrinya makin dingin, Clifford menemukan wanita pembantunya itu menjadi pelindung hatinya. Apalagi setelah ia tahu Connie selingkuh dan hamil dari hubungannya dengan Mellors.

Namun keliru bila menilai novel ini menarik hanya karena ilustrasi-ilustrasi hubungan seksualnya. Pembaca juga akan menemukan bagaimana pengarang mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai integritas dan keutuhan dalam kehidupan manusia. Kata kunci dari integritas, meminjam ungkapan Richard Hoggart, adalah menyatunya tubuh dan pikiran. Di sini pengarang secara jelas mengkritik masyarakat, terutama kelas bangsawan, yang terlalu mengagungkan pikiran atau intelektualitasnya.

Di bagian lain, pengarang mengajak untuk mengamati ketidakutuhan sikap beberapa tokohnya. Mellors menderita karena kekasaran sikap istrinya Bertha, sementara Connie tak bisa lagi memperoleh perhatian dari Clifford. Keadaan menjadi lain ketika Connie mendapatkan kasih sayang dan belaian dari Mellors. Mereka saling menghargai.

Selain itu, dalam prosesnya, baik Connie maupun Mellors akhirnya menemukan nilai-nilai yang lebih berharga daripada sekadar hubungan seks. Connie sadar bahwa hubungan seks yang ia jalani sangat memalukan dan mengecewakannya. Sedang Mellors akhirnya juga belajar tentang tantangan spiritual yang muncul dari hubungan cinta secara fisik.

Akhir novel ini dibuat mengambang oleh pengarang. Connie pergi ke Skotlandia bersama adiknya, Hilda, sambil menunggu kelahiran bayi yang dikandungnya. Mellors, si penjaga hutan, menyusul dan bekerja di sebuah tanah pertanian. Rencananya, ia akan mengurus perceraiannya dengan Bertha, sementara Connie mengupayakan perceraian dengan Clifford. Keduanya berencana menggarap tanah pertanian mereka sendiri dengan modal dari Connie.

Sebuah adegan menarik terjadi saat Connie pamit kepada Nyonya Bolton, perempuan pembantu rumahnya yang setia mengabdi pada Clifford. ''Kalau suatu hari kamu pikir Tuan Clifford mau menceraikan aku, tolong beritahu aku, ya? Aku ingin menikah dengan seorang pria yang aku kasihi,'' kata Connie.

''Tentu saja, Putri! Oh, dan percayalah pada saya. Saya akan setia pada Tuan Clifford, dan saya juga akan setia pada Anda, karena saya paham Anda berdua benar dengan cara Anda masing-masing,'' jawab Nyonya Bolton.

Sebuah novel klasik yang memang istimewa
Judul Buku : Lady Chatterley's Lover
Penulis : D.H. Lawrence
Pengantar : Goenawan Mohamad
Penerbit : Pustaka Alvabet, Tangerang
Cetakan : Pertama, Desember 2008
Tebal : xii + 586 halaman
*) Jurnalis dan editor buku.

Tidak ada komentar:

Label

A Rodhi Murtadho A. Hana N.S A. Kohar Ibrahim A. Qorib Hidayatullah A. Syauqi Sumbawi A.S. Laksana Aa Aonillah Aan Frimadona Roza Aba Mardjani Abd Rahman Mawazi Abd. Rahman Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kadir Ibrahim Abdul Lathief Abdul Wahab Abdullah Alawi Abonk El ka’bah Abu Amar Fauzi Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adhimas Prasetyo Adi Marsiela Adi Prasetyo Aditya Ardi N Ady Amar Afrion Afrizal Malna Aguk Irawan MN Agunghima Agus B. Harianto Agus Himawan Agus Noor Agus R Sarjono Agus R. Subagyo Agus S. Riyanto Agus Sri Danardana Agus Sulton Ahda Imran Ahlul Hukmi Ahmad Fatoni Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Musthofa Haroen Ahmad S Rumi Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ahsanu Nadia Aini Aviena Violeta Ajip Rosidi Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhudiat Akmal Nasery Basral Alex R. Nainggolan Alfian Zainal Ali Audah Ali Syamsudin Arsi Alunk Estohank Alwi Shahab Ami Herman Amien Wangsitalaja Aming Aminoedhin Amir Machmud NS Anam Rahus Anang Zakaria Anett Tapai Anindita S Thayf Anis Ceha Anita Dhewy Anjrah Lelono Broto Anton Kurniawan Anwar Noeris Anwar Siswadi Aprinus Salam Ardus M Sawega Arida Fadrus Arie MP Tamba Aries Kurniawan Arif Firmansyah Arif Saifudin Yudistira Arif Zulkifli Aris Kurniawan Arman AZ Arther Panther Olii Arti Bumi Intaran Arwan Tuti Artha Arya Winanda Asarpin Asep Sambodja Asrul Sani Asrul Sani (1927-2004) Awalludin GD Mualif Ayi Jufridar Ayu Purwaningsih Azalleaislin Badaruddin Amir Bagja Hidayat Bagus Fallensky Balada Bale Aksara Bambang Kempling Bandung Mawardi Beni Setia Beno Siang Pamungkas Berita Berita Duka Bernando J. Sujibto Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Brillianto Brunel University London BS Mardiatmadja Budhi Setyawan Budi Darma Budi Hutasuhut Budi P. Hatees Bustan Basir Maras Catatan Cerpen Chamim Kohari Chrisna Chanis Cara Cover Buku Cunong N. Suraja D. Zawawi Imron Dad Murniah Dahono Fitrianto Dahta Gautama Damanhuri Damhuri Muhammad Dami N. Toda Damiri Mahmud Dana Gioia Danang Harry Wibowo Danarto Daniel Paranamesa Darju Prasetya Darma Putra Darman Moenir Dedy Tri Riyadi Denny Mizhar Dessy Wahyuni Dewi Rina Cahyani Dewi Sri Utami Dian Hardiana Dian Hartati Diani Savitri Yahyono Didik Kusbiantoro Dina Jerphanion Dina Oktaviani Djasepudin Djenar Maesa Ayu Djoko Pitono Djoko Saryono Doddi Ahmad Fauji Dody Kristianto Donny Anggoro Dony P. Herwanto Dr Junaidi Dudi Rustandi Dwi Arjanto Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Pranoto Dwi Rejeki Dwi S. Wibowo Dwicipta Edeng Syamsul Ma’arif Edi AH Iyubenu Edi Sarjani Edisi Revolusi dalam Kritik Sastra Eduardus Karel Dewanto Edy A Effendi Efri Ritonga Efri Yoni Baikoen Eka Budianta Eka Kurniawan Eko Darmoko Eko Endarmoko Eko Hendri Saiful Eko Triono Eko Tunas El Sahra Mahendra Elly Trisnawati Elnisya Mahendra Elzam Emha Ainun Nadjib Engkos Kosnadi Esai Esha Tegar Putra Etik Widya Evan Ys Evi Idawati Fadmin Prihatin Malau Fahrudin Nasrulloh Faidil Akbar Faiz Manshur Faradina Izdhihary Faruk H.T. Fatah Yasin Noor Fati Soewandi Fauzi Absal Felix K. Nesi Festival Sastra Gresik Fitri Yani Frans Furqon Abdi Fuska Sani Evani Gabriel Garcia Marquez Gandra Gupta Gde Agung Lontar Gerson Poyk Gilang A Aziz Gita Pratama Goenawan Mohamad Grathia Pitaloka Gunawan Budi Susanto Gus TF Sakai H Witdarmono Haderi Idmukha Hadi Napster Hamdy Salad Hamid Jabbar Hardjono WS Hari B Kori’un Haris del Hakim Haris Firdaus Hary B Kori’un Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasta Indriyana Hazwan Iskandar Jaya Hendra Makmur Hendri Nova Hendri R.H Hendriyo Widi Heri Latief Heri Maja Kelana Herman RN Hermien Y. Kleden Hernadi Tanzil Herry Firyansyah Herry Lamongan Hudan Hidayat Hudan Nur Husen Arifin I Nyoman Suaka I Wayan Artika IBM Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ida Ahdiah Ida Fitri IDG Windhu Sancaya Idris Pasaribu Ignas Kleden Ilham Q. Moehiddin Ilham Yusardi Imam Muhtarom Imam Nawawi Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Imron Tohari Indiar Manggara Indira Permanasari Indra Intisa Indra Tjahjadi Indra Tjahyadi Indra Tranggono Indrian Koto Irwan J Kurniawan Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Norman Iskandar Saputra Ismatillah A. Nu’ad Ismi Wahid Iswadi Pratama Iwan Gunadi Iwan Kurniawan Iwan Nurdaya Djafar Iwank J.J. Ras J.S. Badudu Jafar Fakhrurozi Jamal D. Rahman Janual Aidi Javed Paul Syatha Jay Am Jemie Simatupang JILFest 2008 JJ Rizal Joanito De Saojoao Joko Pinurbo Jual Buku Paket Hemat Jumari HS Junaedi Juniarso Ridwan Jusuf AN Kafiyatun Hasya Karya Lukisan: Andry Deblenk Kasnadi Kedung Darma Romansha Key Khudori Husnan Kiki Dian Sunarwati Kirana Kejora Komunitas Deo Gratias Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Korrie Layun Rampan Kris Razianto Mada Krisman Purwoko Kritik Sastra Kurniawan Junaedhie Kuss Indarto Kuswaidi Syafi'ie Kuswinarto L.K. Ara L.N. Idayanie La Ode Balawa Laili Rahmawati Lathifa Akmaliyah Leila S. Chudori Leon Agusta Lina Kelana Linda Sarmili Liza Wahyuninto Lona Olavia Lucia Idayanie Lukman Asya Lynglieastrid Isabellita M Arman AZ M Raudah Jambak M. Ady M. Arman AZ M. Fadjroel Rachman M. Faizi M. Shoim Anwar M. Taufan Musonip M. Yoesoef M.D. Atmaja M.H. Abid Mahdi Idris Mahmud Jauhari Ali Makmur Dimila Mala M.S Maman S. Mahayana Manneke Budiman Maqhia Nisima Mardi Luhung Mardiyah Chamim Marhalim Zaini Mariana Amiruddin Marjohan Martin Aleida Masdharmadji Mashuri Masuki M. Astro Mathori A. Elwa Media: Crayon on Paper Medy Kurniawan Mega Vristian Melani Budianta Mikael Johani Mila Novita Misbahus Surur Mohamad Fauzi Mohamad Sobary Mohammad Cahya Mohammad Eri Irawan Mohammad Ikhwanuddin Morina Octavia Muhajir Arrosyid Muhammad Rain Muhammad Subarkah Muhammad Yasir Muhammadun A.S Multatuli Munawir Aziz Muntamah Cendani Murparsaulian Musa Ismail Mustafa Ismail N Mursidi Nanang Suryadi Naskah Teater Nelson Alwi Nezar Patria NH Dini Ni Made Purnama Sari Ni Made Purnamasari Ni Putu Destriani Devi Ni’matus Shaumi Nirwan Ahmad Arsuka Nirwan Dewanto Nisa Ayu Amalia Nisa Elvadiani Nita Zakiyah Nitis Sahpeni Noor H. Dee Noorca M Massardi Nova Christina Noval Jubbek Novelet Nur Hayati Nur Wachid Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nurhadi BW Nurul Anam Nurul Hidayati Obrolan Oyos Saroso HN Pagelaran Musim Tandur Pamusuk Eneste PDS H.B. Jassin Petak Pambelum Pramoedya Ananta Toer Pranita Dewi Pringadi AS Prosa Proses Kreatif Puisi Puisi Menolak Korupsi Puji Santosa Purnawan Basundoro Purnimasari Puspita Rose PUstaka puJAngga Putra Effendi Putri Kemala Putri Utami Putu Wijaya R. Fadjri R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R. Toto Sugiharto R.N. Bayu Aji Rabindranath Tagore Raden Ngabehi Ranggawarsita Radhar Panca Dahana Ragdi F Daye Ragdi F. Daye Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Rama Dira J Rama Prabu Ramadhan KH Ratu Selvi Agnesia Raudal Tanjung Banua Reiny Dwinanda Remy Sylado Renosta Resensi Restoe Prawironegoro Restu Ashari Putra Revolusi RF. Dhonna Ribut Wijoto Ridwan Munawwar Galuh Ridwan Rachid Rifqi Muhammad Riki Dhamparan Putra Riki Utomi Risa Umami Riza Multazam Luthfy Robin Al Kautsar Rodli TL Rofiqi Hasan Rofiuddin Romi Zarman Rukmi Wisnu Wardani Rusdy Nurdiansyah S Yoga S. Jai S. Satya Dharma Sabrank Suparno Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Salman Yoga S Samsudin Adlawi Sapardi Djoko Damono Sariful Lazi Saripuddin Lubis Sartika Dian Nuraini Sartika Sari Sasti Gotama Sastra Indonesia Satmoko Budi Santoso Satriani Saut Situmorang Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Seno Gumira Ajidarma Seno Joko Suyono Sergi Sutanto Shadiqin Sudirman Shiny.ane el’poesya Shourisha Arashi Sides Sudyarto DS Sidik Nugroho Sidik Nugroho Wrekso Wikromo Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Sita Planasari A Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Slamet Widodo Sobirin Zaini Soediro Satoto Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sonya Helen Sinombor Sosiawan Leak Spectrum Center Press Sreismitha Wungkul Sri Wintala Achmad Suci Ayu Latifah Sugeng Satya Dharma Sugiyanto Suheri Sujatmiko Sulaiman Tripa Sunaryono Basuki Ks Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Sutrisno Budiharto Suwardi Endraswara Syaifuddin Gani Syaiful Irba Tanpaka Syarif Hidayatullah Syarifuddin Arifin Syifa Aulia T.A. Sakti Tajudin Noor Ganie Tammalele Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teguh Winarsho AS Tengsoe Tjahjono Tenni Purwanti Tharie Rietha Thayeb Loh Angen Theresia Purbandini Tia Setiadi Tito Sianipar Tjahjono Widarmanto Toko Buku PUstaka puJAngga Tosa Poetra Tri Wahono Trisna Triyanto Triwikromo TS Pinang Udo Z. Karzi Uly Giznawati Umar Fauzi Ballah Umar Kayam Uniawati Unieq Awien Universitas Indonesia UU Hamidy Viddy AD Daery Wahyu Prasetya Wawan Eko Yulianto Wawancara Wayan Sunarta Weli Meinindartato Weni Suryandari Widodo Wijaya Hardiati Wikipedia Wildan Nugraha Willem B Berybe Winarta Adisubrata Wisran Hadi Wowok Hesti Prabowo WS Rendra X.J. Kennedy Y. Thendra BP Yanti Riswara Yanto Le Honzo Yanusa Nugroho Yashinta Difa Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yudhis M. Burhanudin Yurnaldi Yusri Fajar Yusrizal KW Yusuf Assidiq Zahrotun Nafila Zakki Amali Zawawi Se Zuriati